Warga Oro-Oro Dowo Persoalkan Pencaplokan Fasum Digunakan untuk Kepentingan Pribadi

Penulis : Ilyasi
Kategori : ,
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

PROKOTA, MALANG-Warga di wilayah Jalan Pahlawan Trip, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang Jawa Timur mempersoalkan fasilitas umum (fasum) trotoar. Sebab fasum itu yang semestinya untuk pejalan kaki digunakan untuk parkir kendaraan roda empat untuk tamu salah satu restoran.

Terlebih lagi saat ini ditutup dengan pagar seng, serta dipasang besi dan rantai.

Sedangkan lokasi fasum tersebut dimiliki sesorang untuk kepentingan pribadi, sehingga pejalan kaki maupun pengendara akhirnya tidak dapat menggunakan fasilitas umum tersebut.

salah satu warga Jalan Gede, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang M. Zaenal mengatakan telah mempersoalkan fasum yang digunakan untuk kepentingan pribadi tersebut. “Kami meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengkomunikasikan dengan pemilik restoran. Karena dalam persepsi hukum dan Undang-Undang (UU), hal itu mestinya tidak dapat dibenarkan,” ucap dia.

Zaenal mengungkapkan sepadan jalan di depan pagar seng itu merupakan fasum untuk pejalan kaki, dan dipinggir trotoar juga dipasang pagar rantai, yang seharusnya fasum itu untuk taman. Bukan sebaliknya fasum digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tak hanya itu, penutupan fasum ini juga merugikan warga yang setiap Minggu pagi berjalan-jalan di cafree day di kawasan Jalan Ijen terganggu. Karena masyarakat tidak dapat memanfaatkan fasum tersebut.  “Dan apakah perbuatan menutup fasum itu dapat dibenarkan?,” tanya Zaenal.

Untuk itu, Zaenal meminta sikap tegas dari Pemkot Malang. Mengingat banyak kasus di Jakarta dan Bekasi yang sama, yang saat ini sudah dilakukan penindakan oleh pemerintah setempat, karena dianggap mencaplok fasum.

Zaenal menegaskan, kasus fasum di Jalan Pahlawan Trip yang digunakan parkir khusus tamu restoran agar segera dilakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini.
Dinas terkait yang menangani masalah fasum tidak boleh berdiam diri. Sebab penutupan fasum telah mengganggu ketertiban umum. Terlebih lagi, fasum itu dikuasai perorangan yang seharusnya untuk kepentingan umum. “Ini sudah jelas dan dapat menjadi bukti bahwa ada usaha untuk mencaplok fasum yang tak lain milik negara, yang seharusnya digunakan untuk fasilitas umum. Kami mendesak Pemkot Malang agar fasum dikembalikan sesuai fungsinya,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Malang Widyanto mengatakan, informasi yang terkait fasum yang di Jalan Pahlawan Trip digunakan untuk kepentingan pribadi sebagai tempat parkir mobil tamu restoran akan kita lakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). “Kami akan tindaklanjuti di lapangan, sesuai apa yang telah di informasikan oleh masyarakat,” tuturnya. (*)

 

 

Di Posting : 6 April 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga