Bupati Fadeli : Kesejahteraan Petani Lamongan Meningkat

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Foto : Prokota.com

PROKOTA, LAMONGAN – Kesejahteraan petani di Kabupaten Lamongan meningkat. Hal ini terungkap ketika Bupati Lamongan, Fadeli menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2017 di depan anggota DPRD Kabupaten Lamongan dalam Rapat Paripurna, Senin (26/3).

Bupati Fadeli mengatakan, ada sejumlah keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lamongan. Salah satunya bidang pertanian. Indikatornya, terjadi kenaikan produksi komoditas unggulan pertanian meliputi padi, jagung dan kedelei (Pajale).

Data yang ada tahun 2017, produksi padi mencapai 1.087.964 ton, jagung sebesar 571.080 ton, dan kedelei sebesar 22.498 ton.

Sedangkan pengembangan kawasan jagung modern awalnya hanya di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro, sudah dikembangkan di 15 kecamatan dengan produktivitas rata-rata mencapai 10,74 ton per hektar pada kawasan inti. “Bahkan produktivitas tertinggi ada yang mencapai 11,87 ton per hektar, “ ujar Fadeli.

Tak hanya itu, Fadeli menegaskan, kesuksesan program Ternak Sapi Usaha Jagung (Tersapujagat) yang didesain untuk pemanfaatan limbah pertanian, terutama jagung.

Melalui Tersapujagat ini, kata Fadeli telah terjadi simbiosis mutualisme antara peternak dan petani jagung sehingga terwujud zero waste limbah dan peningkatan pendapatan petani. Adapun program unggulan tersebut telah memberikan dampak terhadap peningkatan populasi ternak besar yang terdiri dari sapi, kerbau dan kuda pada tahun 2017 mencapai 108.066 ekor

Serangkaian program tersebut menurut Fadeli mampu meningkatkan kesejahteraan petani yang diukur dari Nilai Tukar Petani (NTP). Pada tahun 2017, NTP Lamongan yang mencapai 104,66 berada diatas Jawa Timur dan Nasional.

Sedangkan terkait pencapaian target Indokator Kinerja Utama (IKU), Fadeli menjelaskan target yang ditetapkan juga telah tercapai.

Untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang diestimasikan terealisasi sebesar 5,63 persen, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) pekapita diestimasikan terealisasi sebesar Rp 29.350.000, inflasi terealisasi 3,12 persen, indeks kinerja infrastruktur 77,14, indeks kualitas lingkungan hidup 64,20, presentase penduduk miskin 14,42 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka 4,12 persen. (*)

Di Posting : 27 March 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga