Kembangkan Kasus Suap APBD, KPK Giliran Periksa Wawali Non Aktif Sutiaji dan Sekkota Wasto

Kategori :
Penulis : Ilyasi
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

PROKOTA, MALANG – Setelah menetapkan tersangka Wali Kota Malang non aktif Moch. Anton dan 18 anggota DPRD terkait kasus suap APBD, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) giliran memeriksa Wakil Wali Kota Malang non aktif, Sutiaji dan sejumlah pejabat di Pemkot Malang.

Kehadiran Sutiaji dimintai keterangan terkait enam orang tersangka yang disebutkan dalam surat panggilan yang diterimanya. Keenam tersangka tersebut adalah Suprapto, HM Zainudin, Syahrawi, Mohan Katelu, Wiwik Henri Utami dan Salamet. “Saya dimintai keterangan sebagai saksi untuk enam tersangka,” kata Sutiaji saat jeda meninggalkan Ruang Rupatama Polres Malang Kota, tempat digelar pemeriksaan untuk menjadi khatib Jumat (23/3).

Dalam kesempatan itu, Sutiaji mengaku penyidik KPK menanyakan seputar pembahasan APBD-P 2015. Namun dirinya menjelaskan kepada penyidik bahwa dirinya tidak mengetahui proses pembahasan APBD. “Kalaupun saya hadir karena Wali Kota berhalangan hadir,” tutur mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Termasuk soal penganggaran kembali pembangunan jembatan Kedungkandang dan uang sampah. “Saya ndak tahu yang dimaksud penyidik soal uang sampah,” kata dia.

Sutiaji mengakui, pemanggilan KPK ini untuk kedua kalinya. Hanya saja, pemanggilan KPK kali ini ini untuk dimintai keterangan terkait dua tersangka anggota DPRD dari PKB. Sedangkan pemeriksaan yang pertama ketika di Jakarta yang sifatnya untuk pemberkasan pribadi.

Selain Sutiaji, penyidik KPK memeriksa Sekkota Kota Malang Wasto, Sekretaris Dinas PU Kota Malang Nunuk Sri Rusgiyani, Kepala Bidang Stabilitas Harga dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kota Malang atau Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang Tahun 2015 Noer Rahman Wijaya.

Kemudian, Kepala Bidang Pendataan dan Evaluasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Malang tahun 2015 Moh Sulton dan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Totok Kasianto.

Selain itu ada Kepala Bidang Perumahan dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang tahun 2015, Tedy Sujadi Soemarna, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PU Tahun 2015, Prihatin Wilujeng.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang, Hadi Santoso, serta Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Kota Malang pada tahun 2015, Retno Anggiri Purwandani.

Tak hanya itu, Sekretaris DPRD Kota Malang, Bambang Suharijadi, Sekkot Malang Tahun 2014 Sofwan dan Dayat Sih Bagyono, seorang PNS di Kota Malang. Ada juga tiga anggota DPRD Kota Malang yang diperiksa, yakni Tri Yudiani, Sony Yudiarto, dan Syaiful Rusdi.

Di Posting : 23 March 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga