Bupati Situbondo : Hindari Lomba Desa yang Seremonial, Tekankan Pengembangan Wisata

Penulis : Ilyasi
Kategori :
Bagikan :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Foto : Prokota.com

PROKOTA, SITUBONDO- Pemkab Situbondo sudah mencanangkan lomba antar Desa pada Maret sampai April 2018 mendatang. Kepastian ini diketahui ketika Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH membuka rapat Pelaksanaan Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2018.

Rapat digelar di Ruang Rapat Bupati, Lantai II Kantor Setda Kab. Situbondo pada Jumat (16/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Dadang Wigiarto memberikan warning agar dalam pelaksanaan lomba desa untuk menghindari kegiatan seremonial. “Bukan zamannya lagi lomba desa diisi dengan acara seremonial,” ujar Dadang Wigiarto.

Dadang menegaskan, tata cara lomba tahun ini mengintruksikan untuk dirubah. Ini perlukan agar output yang dirasakan dari lomba antar desa bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Untuk itu, Dadang meminta kepada para camat agar bisa mengeksplore desa dalam bidang pariwisata. Potensi ini harus digali agar bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Situbondo.

Dadang mengingatkan, untuk mendatangkan wisatawan bukan hanya untuk sekali datang. Akan tetapi terus berlanjut. “Desa harus menciptakan inovasi dan kreatifitasnya agar wisatawan krasan ke Situbondo,” bebernya.

Ketua TP PKK Kabupatsn Situbondo, Hj. Umi Kulsum, S.H mengusulkan agar mengubah pola hubungan antara perangkat desa dengan tim penggerak PKK Desa. Ini diperlukan agar setiap program PKK dikerjakan bersama-sama dengan perangkat desa. Sehingga hasilnya bisa maksimal.

Gerakan TP PKK di desa bukan hanya Dasa Wisma, akan tetapi masih banyak lainnya. Pembinaan PKK di desa agar semakin ditingkatkan dengan memperpendek kegiatan seremonial.

Jika perlu anggaran untuk kegiatan benar-benar dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan PKK desa dan lomba desa lainnya. Kegiatan yang tidak perlu, seperti pesta makan, sebaiknya dihapuskan. “Memang sudah saatnya potensi budaya dan wisata harus bisa dikembangkan. Kader PKK juga bisa menggarap itu,” tandas dia. (*)

Di Posting : 16 March 2018

Berita Serupa

Politik
Bisnis
Olah Raga