Wawali Apresiasi Negeri Payung Mbah Rasimun, Motivasi Seniman Bhumi Arema Bangkit, di Tengah Covid-19

MALANG PROKOTA.Com – Mbah Rasimun, sang maestro payung nasional asal Kelurahan Pandanwangi Kec Blimbing Kota Malang itu merasa sangat tersanjung saat Wakil Walikota Ir Sofyan Edi Jarwoko hadiri pembukaan pameran budaya negeri di pelataran Dewan kesenian Malang( DKM), Mbah Rasimun yang membawa puluhan payung fashionable itu punya harapan dapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang khususnya dan umumnya Propinsi Jawa Timur. selain bakal meramaikan seni payung, sekaligus motivasi seniman tari payung yang bakal rebut perhatian di Kota Batik, Solo awal Desember 2020.

“Kami berharap bukan hanya meramaikan pameran payung. Yang tersisa karya saya saja. Yang lain sudah dipanggil pemilik hidup, untuk itu kami sangat berterima kasih pada Wakil Walikota” tutur Mbah Mun, sapaan akrabnya.

Payung seni menjadi pengingat agar warga bhumi arema sekaligus peninggalan nenek moyang, bukan saja

Sofyan Edi Jarwoko Politisi asal Partai Golkar Kota Malang tersebut mengapresiasi pameran payung Mbah Rasimun. Pameran dihelat di Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (19/11) sebagai wujud keanekaragaman seni budaya Indonesia,” mari kita pelihara dan jaga sekaligus jadi ajang motivasi para maestro seni budaya dorong kreativitas anak muda untuk terus berkesenian, jangan sampai ribut setelah negara tetangga mengakuinya,” tutur Edi berharap.

Pameran tunggal karya payung Mbah Rasimun tersebut bertajuk Negeri Payung itu menarik Wawali untuk beri manfaat seniman sepuh berumur 96 tahun itu sekaligus jadi ajang reuninya para seniman antar usia.

“Gelar seni ini luar biasa sambut pameran dan kompetisi mempersiapkan 100 payung untuk ikuti kompetisi di Solo,” kata Dia menyebut kompetisi di Solo adalah kompetisi pembuatan payung hadi harus didukung karena membawa nama Kota dan pemprov Jatim.

Dalam sambutannya Ketua Panitia pameran, Yuyun Sulastri, mengamini. Payung-payung di pameran akan dibawa ke kantor Mbah Mun.

Tapi, ada juga payung yang dibawa ke Solo. Payung seni inilah yang mewakili Malang dalam kompetisi.

“Semoga pemerintah mendukung perjalanan kami ke Solo dan Prambanan. Jadi sebenarnya kami di Solo itu mewakili kota,” beber Yuyun.

Mbah Rasimun, sang maestro payung nasional senada. Dia berharap agenda ini bisa meramaikan seni payung.

Lanjut Yuyun bahwa, mbah Rasimun yang telah mewariskan ilmu payungnya pada 10 keturunannya,karena dia pembuat payung seni yang tersisa di Malang.

“Harapannya meramaikan acara payung. Yang tersisa karya saya saja. Yang lain sudah dipanggil pemilik hidup,” tutur Mbah Mun.(riz)