Walikota-wawali dan DLH GASS Jadi Andalan Urai Bencana Banjir Di Bhumi Arema

MALANG PROKOTA.Com – Tingginya curah hujan akibatkan beberapa titik terendam “seperti depan Malang City Point, lalu di depan RSUB Jalan Soekarno Hatta hingga ke arah timur Mayjend Panjaitan , Klaseman dan di Kelurahan Bareng yang jadi langganan.”ungkap Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto saat dikonfirmasi lewat selulernya.

Sementara Walikota Malang Sutiaji mengatakan ada beberapa langkah pencegahan banjir yang dilakukan warga masyarakat dan Pemkot Malang. leacding sektor Badan Penanggulangan Bencana Daerah( BPBD).

“akan kita galakkan kembali Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), lalu yang kedua, bagaimana kita normalisasi drainase,”Tutur Walikota Sutiaji lewat whatshap.

 

Perlu diketahui jumat sore Bhumi Arema satu jam diguyur hujan deras. akibatnya sejumlah kawasan di Kota Malang terendam banjir setinggi 60 sampai 100 centimeter.

“Ada beberapa titik yang banjir, yakni di Kelurahan Karang Besuki, Janti 3A di depan SD Karang Besuki 1, kemudian Jalan Ir Rais Tanjungrejo RW 04,” ujar Alie Mulyanto, Kepala BPBD Kota Malang, awak media Jumat (20/11), malam.

Langkah selanjutnya, kata Alie, yakni memasyarakatkan gerakan membuat sumur resapan atau sumur injeksi, di titik yang sering terjadi banjir.

“Harapan kami, mari bersama-sama menjaga alam, dan alam akan menjaga kita. Masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Alie menyebut penyebab banjir karena ada peningkatan curah hujan. Menurut laporan BMKG akan ada peningkatan 20-40 persen hidrometeorologi.

“Kalau dari laporan BMKG, fenomena itu akan terjadi sampai bulan Januari-Februari tahun depan, karena sedang musim hujan,” pungkasnya.(dr)