Walikota Sutiaji Segel 5 Cafe hingga Inap di Balkot, PPKM Darurat Hari ke-5

MALANG PROKOTA.Com – “Iya ini saya harus berada total di kantor, frekuensi giat malam meningkat sehingga harus saya efektifkan dan optimalkan pengendalian bertepatan Sekretariat Satgas juga di Balkot serta tentu saya harus meminimalisir potensi resiko bagi keluarga.

Ini bukan kejadian biasa, ini kejadian luar biasa. Nasib bangsa dan kehidupan dipertaruhkan. Banyak sahabat, kolega hingga warga yang minta tolong dan japri untuk dapat terfasilitasi kamar rawat di rumah sakit serta penanganan ventilator, sementara RS Sudah over capacity. Jadi bisa dibayangkan situasinya seperti apa. Maka saya hanya minta satu saja, “manut”, patuh terhadap peraturan dan disiplin protokol kesehatan serta melaksanakan 5 M dengan benar. “pinta Walikota yg juga penyitas covid 19 tersebut.

Hal itu dilakukan melihat memerahnya kota Malang karena lonjakan kasus covid 19, menjadikan Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa, untuk tinggal 24 jam di gedung Balaikota.

Ditambahkan oleh Walikota penggemar olah raga bulu tangkis ini, saat ini kita ibarat seperti puasa. Ada saat menahan diri dan pada saatnya kita berbuka, dan atau 1 bulan puasa di ramadhan nanti 11 bulan berikutnya kita sudah dibebaskan dari puasa.

“Saat ini kita pada fase tersebut. Ini juga menyangkut nyawa. Maka ayo saya ajak untuk sejenak menahan diri, “ajak Pak Aji.

Sementara itu, peningkatan eskalasi operasi gabungan penegakan disiplin oleh jajaran Pemkot, Kodim 0833 Kota Malang dan Polresta Malang di hari ke 5 pelaksanaan PPKM Darurat, diwarnai dengan penyegelan 5 cafe.

“Mereka ini sangat tidak menghargai nilai nilai kemanusiaan. Saat semua tahu, kasus covid terus meningkat, rumah sakit sudah overload, para dokter dan nakes sudah mulai berjatuhan serta setiap hari ada pemulasaran dan pemakaman covid, mereka (pengelola cafe) justru mengabaikan peraturan perundangan dan melanggar protokol kesehatan, “tutur Walikota Malang Sutiaji penuh masgul.

Walikota Sutiaji yang monitor giat hingga pukul 02.30 dini hari, sangat heran, bahwa pelaku cafe justru beroperasi di atas pukul 24.00 wib. “Ini kelihatannya modus. Jadi mensiasati opsgab selama ini yang berlangsung dari pukul 20.00 – 22.00 wib. Di jam tersebut mereka “tertib”, tapi setelahnya ternyata geber dagangan kembali, “ungkap Pak Aji dengan penuh kecewa.

Operasi menyasar dan berfokus di jalan Sigura – gura, jalan Sunan Tambak dan jalan Joyo Tambaksari. 5 cafe disegel karena melanggar ketentuan PPKM Darurat baik yang diatur oleh Inmendagri No.15 dan 16 Tahun 2021 serta SE Walikota Malang No. 37. Tahun 2021.

Perlu diketahuu bahwa memerahnya kota Malang karena lonjakan kasus covid 19, juga menjadikan Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa, untuk tinggal 24 jam di gedung Balaikota.

“Iya ini saya harus berada total di kantor, frekuensi giat malam meningkat sehingga harus saya efektifkan dan optimalkan pengendalian bertepatan Sekretariat Satgas juga di Balkot serta tentu saya harus meminimalisir potensi resiko bagi keluarga.

Ini bukan kejadian biasa, ini kejadian luar biasa. Nasib bangsa dan kehidupan dipertaruhkan. Banyak sahabat, kolega hingga warga yang minta tolong dan japri untuk dapat terfasilitasi kamar rawat di rumah sakit serta penanganan ventilator.

“RS Sudah over capacity. Jadi bisa dibayangkan situasinya seperti apa. Maka saya hanya minta satu saja, “manut”, patuh terhadap peraturan dan disiplin protokol kesehatan serta melaksanakan 5 M dengan benar. Ajak Walikota yg juga penyitas covid 19 tersebut.”pungkasnya berharap. (riz/EM/hms)