Walikota Malang : Kita Kuatkan PPKM Mikro, kampung Tangguh Dan heksahelik

MALANG PROKOTA.Com – “Kota Malang yang menginisiasi PPKM mikro kok malah. Jadi ini kita kuatkan sesungguhnya. Kalo kita awal di kampung Tangguh dulu, SOP kan jelas ada tangguh pangan, tangguh informasi hingga nanti tangguh dalam pemulasaraan jenazah,” tambah Sam Sutiaji. Walikota Malang juga ingin menguatkan kolaborasi heksahelik, Selain melibatkan kelima pihak, yaitu pemerintah, akademisi, masyarakat, industri dan media, juga melibatkan perbankan yang ada di Kota Malang.

Terkait Vaksinasi Walikota Malang akan melakukan sentralisasi data vaksin. “Dengan serbu vaksin itu, mudah-mudahan herd immunity yang ada di masyarakat Kota Malang semakin bertambah, sambil nanti bagaimana penguatan tata cara untuk vaksin.” Ujarnya.

Harapan itu dikatakan Walikota Malang Drs. H. Sutiaji saat memimpin langsung Rakor Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan forum koordinasi pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam) di Ruang Sidang Balaikota terkait penangangan covid-19 di Kota Malang. Sam Sutiaji panggilan akrab Walikota Malang menyampaikan bahwa ini merespon Kota Malang masuk zona hitam mobilitas masyarakat.

“Kita kuatkan PPKM Mikronya, PPKM Mikro itu adalah replika dari kampung Tangguh dulu, Jadi kampung Tangguh dulu basicnya kelurahan dan RW” ujarnya (14/7/2021).

Sementara itu Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menyampaikan tiga indikator yang digunakan untuk melakukan penilaian tingkat mobilitas masyarakat yaitu Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light NASA dan NOA.

”Ternyata Kota Malang terindikasi di point ketiga, yaitu intesitas cahaya dimalam hari menggunakan satelit Nasa dan NOA,” ujarnya. Oleh karena itu, kebijakan pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kota Malang akan diberlakukan mulai malam ini, Rabu 14 Juli 2021. (EM/riz/hms)