Wakil Ketua KPK Saut Situmorang : Pemberantasan Korupsi Sangat Tergantung dari Gaya Kepemimpinan Kepala Daerah

PROKOTA MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu Wali Kota Malang Sutiaji memulihkan pemerintahan pasca diterjang kasus suap APBD-Perubahan 2015.

Bahkan lembaga anti rasuah itu siap membentengi Sutiaji selama menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun kedepan bersama wakil nya Sofyan Edi Jarwoko.

Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat menjadi narasumber Pameran Kartun Anti Korupsi di Balai Kota Malang, Selasa (2/10/2018).

Pria yang juga menjabat staf Ahli Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) ini mengatakan pemimpin haruslah memiliki sikap zero tolerance. “Zero toleransi yang dimaksud adalah pemimpin harus memegang pedang yang menjaga pintu-pintu korupsi paling kecil. Ketika tidak menjaga itu maka pintu kecil pun menjadi besar,” ujar Saut.

Pola memberantas korupsi, kata Saut, sangat ditentukan dari gaya memimpin. Maka penting pemimpin daerah khususnya, memiliki sikap zero tolerance tersebut.

Gaya seperti ini diakuinya pun memiliki risiko tinggi. Maka pemimpin tidak bisa berdiri sendiri. “Zero toleransi pasti ada resiko, ya itu pemimpin. Ketika berani melawan kebatilan pastilah ada yang menolong. Memang tidak bisa berdiri sendiri,” beber dia. “Kalau ada sesuatu yang menghalangi beliau (Sutiaji), KPK berada di belakangnya,” imbuh pria juga akademisi Pasca Sarjana, Kajian Strategic Intelligence Universitas Indonesia ini.

Hanya saja Saut menegaskan masih banyak orang baik di negara ini. Akan tetapi ada pula yang kemudian tidak konsisten.

Menyikapi hal itu, KPK dalam hal pencegahan banyak berinteraksi dengan pemimpin daerah. “Supaya memegang pedang zero tolerance itu untuk perubahan mental, moral dan APBD yang lebih baik,” tandas dia. (*)