Tutup Event OctobArt 2019, Hotel THE 101 Malang OJ Ajak Turis Asing Pelajari Seni-Budaya Jawa

MALANG PROKOTA.Com – Hotel THE 1O1 Malang OJ tak henti-hentinya mendatangkan event yang memanjakan tamunya.

Setelah sukses menyelenggarakan rangkaian acara OctobArt 2019 yang
dilangsungkan setiap hari Sabtu selama bulan Oktober, Hotel THE 1O1 Malang OJ
resmi menutup acara pada hari Sabtu
2 November 2019 ini.

Dengan tajuk acara “Javanese Musical Instrument Class”, hotel yang berlokasi strategis yakni di jantung Kota Malang ini berhasil menggandeng para turis mancanegara dalam menyukseskan
acara (02/11/2019).

OctobArt merupakan event rutin tahunan yang diselenggarakan secara serempak di
seluruh properti di bawah naungan manajemen PHM Hospitality.

OctobArt adalah event yang mempunyai beragam tema yang menggabungkan antara seni, budaya,kreatifitas, dan gaya hidup setiap hotel yang saat ini berjumlah 13 properti itu.

Dalam event OctobArt ini, Hotel THE 1O1 Malang OJ menghadirkan kegiatan yang berbeda- beda setiap minggunya.

Javanese Musical Instrument Class diselenggarakan di Museum Gelar Indonesia budaya atau yang akrab disingkat Museum Ganesya.

Museum ini sendiri berada dalam
naungan Hawai Group dan berlokasi di Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang.

Selaras dengan visinya, Museum Ganesya menghadirkan area edukasi kerajaan Singosari dan Majapahit sebagai semangat terbentuknya Indonesia yang diperkuat dengan penggelaran kebudayaan asli Indonesia dalam khasanah ekspresi
Panji.

Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Hotel THE 1O1 Malang OJ untuk menjalin relasi dengan Museum Ganesya.

Ade Sudrajat, General Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ mengatakan event
OctobArt pekan terakhir ini, Hotel THE 1O1 Malang OJ akan menghadirkan acara yang pastinya berbeda dari acara-acara sebelumnya. “Kami mengundang warga negara asing untuk mengenalkan peninggalan budaya Indonesia yang sangat kaya dan sarat akan makna dengan tujuan agar mereka dapat mengenalkan budaya tersebut di negara masing-masing,” uajr Ade.

Para peserta acara yang merupakan warga negara asing, beberapa merupakan tamu
hotel juga mahasiswa asing yang saat ini sedang berkuliah di beberapa universitas di Malang.

Para tamu undangan dari kalangan umum juga turut hadir meramaikan acara.

Di awal kegiatan, para peserta yang berjumlah sekitar 30-an orang itu menyimak penjelasan edukator museum dan berdiskusi ringan mengenai latar belakang dan eksistensi museum dan koleksi beserta sejarahnya.

Walaupun para peserta yang kebanyakan berasal dari mancanegara, edukator museum memberikan penjelasan dalam Bahasa Indonesia dikarenakan para peserta kebanyakan memang sudah terbiasa berbahasa Indonesia, bahkan ada beberapa dari mahasiswa asing tersebut mempelajari bahasa dan budaya Indonesia yang nantinya akan diperkenalkan di
negara masing-masing.

Selanjutnya, para peserta digiring untuk melakukan tur museum dan melihat-lihat
koleksi museum didampingi sang edukator museum. Koleksi museum sangat beragam, mulai dari lambang legitimasi kerajaan, keris, manik-manik, terakota, arca,prasasti, hingga hasil kebudayaan seperti topeng, wayang, reog Ponorogo, dan gamelan.

Museum yang didekorasi dengan estetik dan ciamik, serta photo-able
membuat para peserta tur tak melewatkan momen ini untuk diabadikan.

Berikutnya, tibalah para peserta melangsungkan acara inti yakni edukasi alat musik tradisional gamelan. Gamelan sendiri merupakan salah satu koleksi andalan Museum Ganesya.

Pada sesi inilah puncak para peserta sangat antusias dalam melangsungkan
acara. Menggebu-gebunya para peserta ini lantaran mereka tidak hanya melihat alat
musik, melainkan secara langsung belajar memainkan gamelan.

Ledya Shelfy, Sales & Marketing Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ menambahkan Hotel THE 1O1 Malang OJ ingin
mengajak tidak hanya masyarakat lokal dalam mengenal peninggalan kebudayaan
Indonesia yang sangat beragam dan tentunya menarik untuk dikaji, melainkan juga mengundang warga negara asing dari berbagai negara.

Da juga mengungkapkan
bahwa di Museum Ganesya ini, para peserta tur tidak hanya mengenal dan belajar beragam peninggalan budaya Indonesia, tetapi juga merasakan pengalaman langsung memainkan alat musik gamelan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Kedepannya, Hotel THE 1O1 Malang OJ akan terus berusaha melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan dalam beragam kegiatan.(*)