Tolak Revisi UU MD3, Aktivis PMII-GMNI Kolaka Turun ke Jalan

PROKOTA, KOLAKA – Ratusan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan GMNI Cabang Kolaka Rabu (28/2/2018) menggelar aksi turun ke jalan.

Mereka berunjuk rasa dengan longmach dari Jalan Pemuda depan kampus Universitas Negeri 19 November Kolaka menuju kantor DPRD Kabupaten Kolaka. Bahkan dalam aksinya para aktivis membakar, sehingga menjadi perhatian masyarakat yang melintas.

Aksi yang dilakukan PMII dan GMNI ini tak lain menyuarakan sikap tegas penolakan terhadap revisi Undang-undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3).

Ketua PMII Cabang Kolaka Lama mengatakan, UU MD3 telah menciderai demokrasi bangsa ini. Karena pasal 73 dan pasal 122 huruf k, DPR RI menampakkan arogansinya karena mereka tidak boleh dikritik.

Lama mengatakan, pihaknya menolak dengan tegas pasal-pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dalam revisi UU MD3 itu. “Setiap warga negara berhak memberikan kritiknya terhadap kinerja anggota dan lembaga DPR. Karena mereka wakilnya rakyat,” ujar Lama.

Setiba di gedung DPRD Kolaka, perwakilan PMII dan GMNI diterima komisi 1 DPRD Kabupaten Kolaka. Dalam kesempatan itu, keduanya belah pihak melakukan dialog di ruang rapat DPRD Kabupaten kolaka.

Dr. Bakri Mendong, anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Kolaka mengatakan, aspirasi yang disampaikan temen temen mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan GMNI akan ditindak lanjuti. Dalam waktu dekat PMII dan GMNI akan diundang untuk membahas persoalan tersebut dalam rapat yang nantinya dihadiri semua anggota DPRD Kolaka.

Tak hanya itu, lanjut Bakri, pihaknya sepakat apabila ada perwakilan ke DPR RI untuk menyampaikan aspirasi tersebut. “Kita bawa pernyataan langsung bersama PMII menolak Revisi UU MD3 No 17/2014,” tandas dia. (Red)