Terkendala Akses Jalan Sempit, 8 Damkar Kesulitan Jinakkan Kobaran Api Di TPA Supit Urang      

MALANG PROKOTA.Com – Lagi dan lagi terjadi kebakaran terjadi di TPA Supit Urang, Kota Malang. Penyebabnya dikarenakan kondisi angin cukup kencang dan cuaca yang panas di musim kemarau. Sehingga tumpukan sampah yang mengandung gas metan ini rentan terbakar.

Kebakaran terjadi sejak pukul 17:00 WIB di sebuah gununan sampah yang memiliki luas kurang lebih satu setengah hektar.

Kepala Upt TPA Supit Urang (SU) Sudirman mengatakan saat musim kemarau tiba di TPA Supit Urang sering dilanda kebakaran.
Namun, kebakarannya tidak besar seperti yang terjadi pada hari ini.
“Tahun lalu sisi selatan sempat dilanda kebakaran hebat, bahkan sampah berhari-hari,” ujar dia saat ditemui di lokasi kebakaran.

DLH kendalanya tidak memiliki petugas pemadam kebakaran tersendiri untuk mengatasi kebakaran di kawasan Supit Urang. Akibatnya harus melibatkan tim PMK dari satpol PP Kota Malang.

Kepala Plt Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Diah Kusuma Dewi mengatakan usai kebakaran ini pihaknya akan melakukan evaluasi untuk penanganan kebakaran di TPA Supit Urang.

Yang paling mendesak tak lain memberikan saluran hidran dan memberikan akses jalan.
“Bisa dilihat, petugas damkar kesulitan dalam memadamkan api karena medannya yang cukup sulit. Untuk itu ke depannya kami akan memberikan akses jalan di tengah area sampah ini,” keluhnya.

Tak hanya itu, Diah juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang imbas dari asap kebakaran di TPA Supit Urang ini.
“Kami akan meminta masker ke Dinkes sembari menunggu laporan dari warga. Tapi sejauh ini kami belum menerima laporan,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, kobaran api masih belum juga dipadamkan.
Mobil damkar bolak-balik ke Sungai Metro untuk mengambil pasokan air guna memadamkan api di TPA Supit Urang.

Enam  unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam proses pemadaman di TPA Supit Urang ini. Enam dari PMK Kota Malang dan dua bantuan dari PMK Kabupaten Malang.

Yang mengawatirkan akibat kebakaran itu, kepulan asap membumbung tinggi hingga mencapai perkampungan warga. Sehingga warga bisa terserang penyakit yang mengganggu saluran pernafasan. (*)