Terapkan E-Retribusi, Dinas Perdagangan Kota Malang Optimis Realisasikan Target PAD 5,5 Miliar

PROKOTA MALANG – Dinas Perdagangan Kota Malang terus berikhtiar dalam menekan kebocoran pendapatan dari sektor retribusi pedagang. Ini terlihat dari langkah Dinas Perdagangan yang mulai memberlakukan sistem E-Retribusi (pembayaran retribusi online) pada 2019.

Saat ini sudah ada 12 pasar tradisional yang memberlakukan E-retribusi. Namun sampai 2019, 27 pasar tradisional yang ada di Kota Malang akan diberlakukan hal yang sama.

Kepala Dinas Perdagangan, Wahyu Setianto mengatakan proses pemberlakukan sistem E retribusi sudah rampung 90 persen. Jadi sisanya tinggal finishing. “Bank rekanan sudah ready. Tinggal aplikasinya yang masih proses penyelesaian,” ujar Wahyu kepada PROKOTA.Com.

Saat ini kata Wahyu petugas dinas perdagangan terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Dari 27 pasar sudah 12 pasar tradisional yang menjadi pilot project. Yakni pasar Bareng, Pasar buku Wilis, Pasar Klojen, Pasar Bunul, Pasar Kebalen, Pasar Nusakambangan, Pasar Kota Lama, Pasar Gadang Lama, Pasar Besar, Pasar Talun dan Pasar Oro-Oro Dowo.

Dengan sistem ini, lanjut Wahyu harapannya Dinas Perdagangan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pedagang. Tahun ini Dinas Perdagangan ditargetkan merealisasikan perolehan PAD sebesar 5,5 Miliar. Tahun lalu pencapaiannya 4,9 Miliar. Artinya ada kenaikan 600 juta. “Insyaallah kami optimis bisa target PAD bisa terealisasi. Karena sistem pembayarannya semakin mudah dan simpel,” tandas dia. (*)