Takut Kisruh, FMPP Batalkan Demo Ganti Laporan Kasus Pungli Penahanan Ijasah di SMPN 4 Kepanjen

PROKOTA, MALANG- Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten Malang membatalkan rencana aksi demo ke kantor Dinas Pendidikan dan DPRD Kabupaten Malang terkait kasus penahanan ijasah di SMPN 4 Kepanjen.

Pembatalan aksi ini seiring adanya isu penumpang gelap sehingga khawatir terjadi kisruh. “Semula kita mau aksi damai hari ini. Tapi saya sekitar pukul 02.00 WIB mencabut surat tersebut ke Mapolres Malang, lantaran ada informasi akan ditumpangi sekelompok orang yang menginginkan adanya kisruh,” ujar Ketua Front Masyarakat Peduli Pendidikan Asep Suryaman, Selasa (13/03/2018) saat ditemui di Mapolres Malang. 

Karena batal demo, Asep akhirnya mengambil langkah hukum terkait tindakan penahanan ijasah dan dugaan adanya pungli yang diduga dilakukan mantan Kasek SMPN 4 Kepanjen, Rahmad dan komite sekolah yang lama.
“Iya kita adukan persoalan penahanan ijazah dan dugaan pungutan liar. Aduan kita sudah diterima oleh kepolisian,” kata pria yang juga direktur SETARA ini.

Seperti diketahui, ada sekitar 76 ijazah siswa SMPN 4 Kepanjen yang masih ditahan di zamannya Rahmad yang sekarang menjabat di SMPN di Bululawang. Ini disebabkan orang tua murid belum melunasi SPP atau sumbangan sekolah.

Dana sumbangan, kata Asep, dikoordinir sekolah lewat Komite Sekolah yang lama Sugianto cs dan disetujui oleh mantan Kasek SMPN 4 Kepanjen Rahmad. Adapun besaran dana tersebut bervariasi. Jumlahnya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Bagi yang belum melunasi ijazah dan rapotnya tidak bisa diambil. 
“Inikan sudah masuk pungli. Namanya sumbangan tapi memaksa dan ijazah anaknya ditahan,” beberapa Asep yang juga memperlihatkan berkas bukti-bukti yang diadukan ke Polres Malang. 

Sementara itu, pantauan PROKOTA, penyidik reskrim Polres Malang menyatakan sudah menerima aduan tersebut serta meminta adanya pembuktian lengkap dari pihak pelapor. 
Beberapa bukti yang diminta tersebut berupa surat kuasa dari orang tua murid yang ijazahnya ditahan serta bukti transfer, baik manual maupun via transfer ke Bank Jatim. “Saya akan cek. Laporan ini tentujya akan ditindaklanjuti,” ujar Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah (*)