Tak Terima Difitnah, Pengurus Pokdarwis Gribig Religi Layangkan Somasi kepada Gemmastu

MALANG PROKOTA.Com – Tak terima dengan adanya tudingan fitnah yang dilakukan Paguyuban Gemmastu (Gerakan Masyarakat Madyopuro Bersatu) membuat pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kampung Gribig Religi berancang-ancang melakukan somasi.

Kepastian ini setelah pengurus Pokdarwis Kampung Gribig Religi menggelar konfrensi pers di Cafe Sumber Gentong, Pakis Kamis malam (5/12/2019).

Ketua Pokdarwis Devi Arif Nurhadiyanto mengatakan pihaknya merasa keberatan dengan tudingan yang dilakukan oleh pengurus Gemmastu terhadap keberadaan Pokdarwis Gribig Religi. Terlebih tudingan itu disampaikan dihadapan Wali Kota Malang Sutiaji beserta jajaran Muspika Kedungkandang pada acara Diklat Partisipasi Publik lokal dalam pembangunan dan Tata Kelok Exit Tol Madyopuro Senin lalu (2/12/2019).

Dalam kesempatan itu, kata Devi ada beberapa poin yang terkesan mendeskreditkan keberadaan Pokdarwis Gribig Religi. Adapun poin poin yang disampaikan Rohmad selaku humas Gemmastu antara lain pertama, keberadaan Pokdarwis dinilai meresahkan masyarakat sebab kegiatan Pokdarwis tidak berkoordinasi dengan masyarakat.

Poin kedua, Pokdarwis Gribig Religi tidak transparan dan terkesan tertutup. Ketiga, keberadaan Pokdarwis tidak memberikan ketentraman dan kemaslahatan bagi warga.

Poin keempat, manuver pengurus Pokdarwis yang seringkali menimbulkan konflik dan kesenjangan sosial. Poin kelima, dalam kegiatannya Pokdarwis melibatkan tim luar dan berorientasi bisnis. Keenam, Pokdarwis dinilai tidak menjalankan terwujudnya sapta pesona dan poin kedelapan Pokdarwis dinilai belum bisa menjalankan tugas dan fungsi terkait prinsip lingkungan.

Terkait tudingan itu, Devi menegaskan apa yang disampaikan pengurus Gemmastu tidak benar. Justru sebaliknya, keberadaan Pokdarwis yang didirikan sejak dua tahun lalu dan memiliki SK dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang selalu melakukan koordinasi dengan warga setiap kali mau mengadakan kegiatan. “Jadi sangat tidak benar jika kegiatan kami tidak melakukan koordinasi dengan warga. Terlebih lagi ketua ketua RT menjadi anggota kehormatan Pokdarwis ,” ujar Devi.

Sedangkan terkait tata kelola, lanjut Devi, tata kelola dan kondisi keuangan Pokdarwis selalu dilaporkan secara berkala setiap bulan sekali. Tepatnya Jumat legi. Sedangkan setiap tahunnya dilakukan Musker (Musyawarah Kerja) yang diikuti dengan laporan tertulis yang disampaikan secara tertulis kepada seluruh RT di wilayah RW 04 Kelurahan Madyopuro.

Terkait dengan kegiatan yang menggandeng pihak luar, sambung Devi, Pokdarwis baru sekali menggelar kegiatan yang digandeng Patriot Garda Nusantara (PGN) yakni tepatnya Haul Ki Ageng Gribig pada 19-21 November 2019. “Kegiatan ini pun sifatnya Nirlaba. Jadi apa yang disampaikan Gemmastu itu fitnah,” kata dia.

Sedangkan terkait tudingan Pokdarwis yang tidak menjalan tugas dan fungsi, lanjut Devi itu penilaian yang subjektif dan tidak ada mendasar. Mengingat semua kegiatan yang dilakukan Pokdarwis secara bertahap sudah melibatkan warga sekitar.

Berdasarkan fakta itulah, pengurus Pokdarwis akan melayangkan surat somasi kepada pengurus Gemmastu dengan tembusan kepada Wali Kota Malang, Polresta Malang, Camat Kedungkandang, Lurah Madyopuro dan seluruh RW se Kelurahan Madyopuro. “Kami menuntut agar pengurus Gemmastu untuk mencabut pernyataan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media cetak dan online selama tujuh hari berturut-turut,” tutur dia.

“Terkait somasi apabila dalam kurun waktu tiga hari tidak ada respon dari pengurus Gemmastu maka pengurus Pokdarwis akan melaporkan ke kepolisian terkait pencemaran nama baik Pokdarwis,” tandas Devi.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan jurnalis wartawan PROKOTA.com belum bisa mengkonfirmasi Pengurus Gemmastu. (*)