Solusi Atasi Kemacetan, MeNaWan Siap Beri Subsidi Angkutan Umum

PROKOTA, MALANG – Pasangan Calon Wali Kota Malang – Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Dr. Ya’qud Ananda Gudban – H. Ahmad Wanedi beberapa waktu lalu telah merilis “25 Aksi Menawan”. Program ini sengaja dirancang untuk memberikan aksi riil jika nanti diberi amanah untuk memimpin Kota Malang periode 2018-2023.

Nah, salah satu program andalan dari 25 program tersebut adalah pemberian subsidi angkutan bagi pelajar/siswa buruh pabrik, dan ibu rumah tangga.

Ya’qud Ananda Gudban, mengatakan, program subsidi angkutan umum ini telah dikonsultasikan dengan beberapa tim yang di dalamnya melibatkan pakar dari berbagai kampus.
“Subsidi angkutan umum merupakan solusi bagi para sopir angkot yang selama ini banyak mengeluhkan terkait pendapatan mereka,” ucap perempuan yang akrab dipanggil Nanda ini.

Dengan program ini, para siswa sekolah, buruh pabrik, ibu rumah tangga yang hendak naik angkot tidak akan dibebankan biaya karena sudah di cover oleh pemerintah. Secara tekhnis, rencananya akan menggunakan sistem kupon dan juga sistem pengaturan waktunya.

Selain solusi menjaga pendapatan bagi sopir angkutan umum, Nanda berharap program ini bisa mengatasi solusi kemacetan. Karena sudah ada kepastian mereka pada pagi hari harus mengantar anak berangkat sekolah dan buruh pabrik berangkat kerja. Dengan demikian, pengguna kendaraan pribadi bisa dikurangi.
“Ini bagian upaya kami bagaimana memaksimalkan transportasi publik termasuk angkutan umum untuk mengatasi kemacetan,” kata perempuan yang juga Ketua DPC Hanura Kota Malang ini.

Sementara, H. Ahmad Wanedi menambahkan program subsidi bagi angkutan umum ini sudah beberapa kali dibicarakan dengan paguyuban sopir dan mendapat apresiasi yang sangat baik.
“Sopir angkot sudah menyambut baik program ini dan dianggap sebagai solusi yang masuk akal,” tutur politisi PDIP ini.

Wanedi juga berharap program ini bisa menyelesaikan permasalahan kemacetan terkait dengan angkutan umum yang selama ini masih berpolemik. “Permasalahan utama di angkutan umum adalah soal penghasilan, kami berharap subsidi ini bisa menjadi solusi,” tandas dia. (*)