Sajikan Tarian Khas Jawa Timuran, Pengunjung Tamu Hotel THE 101 Malang OJ Semakin Puas

MALANG PROKOTA.Com – Manajemen Hotel THE 1O1 Malang OJ rasanya tak pernah lelah untuk memanjakan pengunjung selama bulan Oktober.

Beragam acara terus disajikan hanya sekedar untuk memberikan kepuasan kepada pelanggannya.

Maklum keberadaan Hotel THE 101 Malang OJ merupakan tempat menginap favorit di Kota Malang.

Kali ini, dalam event OctobArt
pekan ketiga, Hotel THE 1O1 Malang OJ kembali menghadirkan acara spesial berupa penampilan tari tradisional Jawa Timuran oleh beberapa seniman tari (26/10/2019).

OctobArt merupakan event tahunan yang diselenggarakan secara massal di seluruh
properti yang dinaungi PHM Hospitality. Keseluruhan hotel di bawah naungan
manajemen PHM Hospitality sendiri berjumlah 13 properti yang tersebar di seluruh Indonesia.

OctobArt merupakan event yang memiliki beragam konsep dan tema
yang mengintegrasikan antara seni, budaya, kreatifitas, dan gaya hidup
masing–masing hotel.

Hotel THE 1O1 Malang OJ menjadi salah satu hotel yang tak lupa ambil bagian dalam OctobArt kali ini.

Selepas sukses merampungkan dua rangkaian event sebelumnya
yakni STMJ 101 Variants dan Fun Learning-Painting Mask with TK Taman Harapan, kali ini giliran “Special Traditional Dance” yang akan meramaikan Skyroom Café di lantai 12 hotel yang berlokasi di jantung Kota Malang ini.

Pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2019, bertempat di rooftop café tertinggi di Kota Malang itu, Hotel THE 1O1 Malang OJ mengundang masyarakat Kota Malang dan
sekitarnya untuk menikmati pertunjukan kesenian khas Jawa Timuran.

Hotel THE 1O1 Malang OJ menghadirkan penampilan tari-tarian dari beberapa daerah di Jawa Timur.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB.
Skyroom Café malam itu penuh dengan penonton baik dari para tamu in-house,

Pengunjung Skyroom Café, penikmat seni yang memang sengaja datang, para
awak media, maupun para tamu undangan.

Pertunjukan pertama dibuka oleh penampilan dari sepasang penari laki-laki dan perempuan yang membawakan Tari Kanosih.

Tari Kanosih menceritak kisah asmara
antara Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji. Pasangan ini merupakan simbol cinta yang tak terpisahkan dalam Budaya Jawa.

Menikmati penampilan tari dari Para
penonton terkesima dengan penampilan pasangan penari yang membawakan tarian
dengan sangat luwes.

Penampilan tari berikutnya tak kalah menarik. Tari Gelang Room dibawakan oleh
penari tunggal. Tari Gelang Room menceritakan kisah wanita Madura yang memakai gelang kaki yang bukan hanya aksesoris semata, melainkan sebagai penunjuk
tingkatan sosial dan visualisasi kepatuhan terhadap aturan adat setempat.

Gelang merupakan pemacu semangat kerja, yang mana kita tahu bahwa masyarakat Madura suka merantau ke berbagai daerah. Atas jerih payahnya itu, kemudian wanita Madura membeli gelang emas sebagai tanda kesuksesannya dalam membanting tulang.

Lagu tarian sangat enerjik, tegas, dan variatif. Penari pun membawakan tarian dengan ciamik dan memukau penonton malam itu.

Pertunjukan tari malam itu ditutup oleh penampilan Tari Topeng Malangan Gunung
Sari. Tarian ini dibawakan oleh seorang penari solo dengan sangat cakap dan enerjik.

Tari Gunung Sari merupakan tarian khas Malang yang menceritakan kisah Raden
Gunung Sari, ksatria dari Kerajaan Kediri yang gemar mencari ilmu pengetahuan.

Serangkaian penampilan tari-tarian tersebut menjadi alarm pengingat bagi penonton bahwa kesenian daerah bukan hanya karya cipta semata, melainkan juga bagian dari warisan buudaya yang patut untuk dijaga.

Pertunjukan yang meramaikan Skyroom Café malam itu tak berhenti di situ saja. THE
1O1 Malang OJ juga menghadirkan live-music yang menghibur pengunjung Skyroom
Café. (*)