RSSA Dan Puskesmas Polowijen Support Gerakan Kemanusiaan Untuk Merah Putih Kota Malang berantas   Covid-19 di Bhumi Arema

MALANG PROKOTA.Com – Acungan jempol dan support masyarakat atas Gerakan Kemanusiaan untuk Merah Putih berantas Covid -19 di Bhumi Arema, yang dilakukan jajaran pimpinan DPD PG dan FKPPI kota dengan penyaluran Alat Pelindung diri(apd) untuk tenaga kesehatan(nakes) RSSA (Rumah Sakit Syaiful Anwar) dan Puskesmas Polowijen kota Malang.

“Alhamdulilah dan terimah kasih kami yang sebesar besarnya pada bapak ketua DPD Partai Golkar beserta jajarannya termasuk anggota dewan DPRD kota Malang yang sudi dan rela berkunjung ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang (RSSA) untuk berikan support sekaligus bantuan APD untuk tenaga kesehatan disini, semoga bhumi Arema segera terbebas dari Covid-19, terima kasih pak Wawali yang mau membahi waktunya untuk beri semangat kami, matur nuwun pak semoga bapak dan jaharannya diberi kesehatan dan perlindungan Allah SWT, amin,” ungkap dr Bagong wakil dari RSSA saat menerima rombongan di Lobby RSSA .

Harapan senada juga disampaikan pimpinan Puskesmas Polowijen yang disambut dr Lisna dan jajarannya. Menurut pimpinan rombongan yang juga ketua DPD PG kota Malang Sofyan Edi Jarwoko beralasan kalau Nakes di rumah sakit Lavallet sangat rawan terdampak Covid-19 karena terus berhubungan dengan pasien.


“Semoga yang kami sampaikan ini bermanfaat untuk memberantas Covid-19 dan perlindungan bagi tenaga kesehatan di RSSA dan Puskesmas Polowijen tetap agar bersemangat dalam menjalankan tugasnya,” tutur Sofyan Edi Jarwoko yang juga Wakil Walikota Malang itu berharap.

DItambahkannya Politisi asal Partai Golkar Kota Malang itu akan lakukan penyampaian bantuan APD untuk Nakes Tenaga kesehatan  di RSSA, RS Lavallete dan Puskesmas Polowijen, ” selain alat perlindungan diri (APD) sangat diperlukan, juga masker selain terbatas juga peruntukannya sekali pakai dan harus dimusnakan setelah dipakai sekali. karenanya secepatnya kami hari ini salurkan bantuan dari DPD PG jatim tersebut agar segera  dimanfaatkan,” tuturnya berharap.

Perlu diketahui kalau ketiga pasien yang telah dinyatakan sembuh tersebut, awalnya merupakan kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). Meski hasil swab sudah negatif dan dinyatakan sembuh, namun mereka tetap harus menjalani masa karantina.


Artinya ketiga pasien juga masih harus menjalani pengawasan pasca dinyatakan sembuh untuk mengisolasi diri selama 2 minggu ke depan secara mandiri.

Hal ini pasalnya  dalam hal ini Pemkot Malang tetap mengimbau bagi masyarakat untuk kewaspadaan dengan menerapkan social distancing dan physical distancing dan menjaga pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dengan ini terbukti. Prinsip Social dan Physical Distancing menjadi kuncinya. Selalu jaga kesehatan, cuci tangan dan mengenakan masker secara disiplin akan mengindarkan diri sendiri dari paparan virus,” tandasnya.

Terpisah Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan  berkaitan dengan penanganan pasien Nakes yang telah dinyatakan sembuh bergantung pada pihak rumah sakit yang menaungi.(*)