Ricuh, Demo Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Kota Malang

MALANG PROKOTA.Com – Gelombang aksi demo kembali terjadi di Kota Malang. Bahkan demo yang dilakukan mahasiswa di depan DPRD Kota Malang diwarnai kericuhan.

Peserta aksi melempar batu, sepatu, air mineral dan barang-barang lain ke arah aparat kepolisian.

Aksi anarkis berawal ketika mahasiswa gabungan itu memilih untuk bertahan dan memaksa masuk ke dalam gedung DPRD sekitar pukul 12.54 WIB.

Adapun massa aksi ini merupakan gabungan elemen mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menamakan Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (ARD) dan Front Rakyat Melawan Oligarki serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sebelum terjadi kericuhan, perwakilan mahasiswa sudah diterima pimpinan DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasinya.

Akan tetapi aparat keamanan mencoba mengimbau massa agar tak mendesak masuk ke gedung wakil rakyat. Akan tetapi imbauan tersebut tak digubris oleh massa aksi.

Mereka secara bersamaan melakukan aksi lemparan botol, batu, sepatu dan barang-barang lainnya ke aparat, agar mahasiswa yang berada depan pagar merangsek masuk ke gedung dewan.

Pagar yang tadinya menyekat mahasiswa dengan aparat keamanan akhirnya jebol.

Guna menjaga hal hal yang tidak diinginkan petugas terpaksa menggunakan water canon untuk membuyarkan aksi anarkis mahasiswa.

Massa aksi pun semburat dan berlarian menjauh dari lokasi aksi. Sehingga situasi dapat dikendalikan.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander melalui pengeras suara mencoba menenangkan massa aksi agar tidak bertindak anarkis. “Tolong jangan melakukan kegiatan seperti ini. Mohon jaga kondusivitas Kota Malang. Sampaikan aksi secara santun, jangan anarkis,” ucap Dony Selasa (24/9/2019).

Dony pun mencoba mengajak dialog dengan perwakilan mahasiswa untuk mendinginkan situasi. Namun, sebagian mahasiswa terus meneriakkan ‘DPR Goblok’ secara terus menerus.

Hingga berita ini ditulis, situasi relatif aman terkendali. (*)