Rekor Tertinggi, BNN Kabupaten Malang Gagalkan Pengedaran Ganja Kering Dua Kilogram

MALANG PROKOTA.Com – Rekor tangkapan ditorehkan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang.

Ini seiring keberhasilan BNN Kabupaten Malang bekerjasama dengan Bea Cukai Malang menangkap kurir yang hendak mengedarkan dua kilogram ganja kering.

Adapun TKP penangkapan di daerah perbatasan Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Tepatnya di jalan raya Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang pada Senin lalu (2/9).

Dalam kesempatan itu, BNN Kabupaten Malang mengamankan seorang tersangka seorang laki laki inisial MS.

Pemuda berusia 20 tahun ini merupakan warga Desa Sonotengah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. “Pengakuan tersangka aksi ini kedua kalinya. Rencananya diedarkan ke masyarakat dan pelajar di Kabupaten Malang,” ujar kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Agus Musrichin kepada awak media di Kantor BNN Kabupaten Malang.

Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, kata Agus, tersangka sehari-harinya bekerja sebagai driver online. Adapun modusnya untuk pengiriman barang dibagi menjadi dua yang dibungkus celana jeans.

Per paket pengiriman satu kilogram pengakuan tersangka mendapatkan honor sebesar Rp 500 ribu. Jadi dari pengiriman dua paket tersebut MS mendapatkan upah sebesar Rp 1 juta.

Agus menegaskan tertangkapnya MS ini merupakan jaringan nasional. Karena informasi awal memang didapatkan dari pusat. Ini setelah diketahui barang tersebut dikirim dari Medan, Sumatera Utara.

Seiring dengan tertangkapnya MS, petugas BNN sedang melakukan pengejaran terhadap DPO yang dianggap menjadi bandar atau pensuplai barang haram tersebut ke MS.

Atas kasus tersebut tersangka dikenakan sanksi pasal 111 ayat 2, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun hingga 20 tahun.

Agus menegaskan penangkapan ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dilakukan BNN Kabupaten Malang. “Kami minta masyarakat waspada. Terutama jika menerima kiriman yang tidak dikenal mendingan lapor ke aparat setempat. Jangan sampai menjadi korban karena kedapatan membawa barang haram ini bisa ditangkap,” tandas pria asal Pati, Jawa Tengah ini. (*)