Problem Sampah Bikin Pusing, DLH Bina Ratusan Elemen Warga Kelola Sampah 3R Lewat BSM

MALANG PROKOTA.Com – Beragam inovasi terus dilakukan Pemkot Malang mengatasi permasalahan sampah. Maklum sampah di Kota Malang sudah memenuhi fase mengkhawatirkan lantaran keberadaan TPA Supit Udang terus menipis lahannya.

Hal itu membuat Dinas Lingkungan Hidup terus menggelorakan partisipasi aktif masyarakat diperlukan untuk menurunkan jumlah produksi sampah yang tembus 500 ton lebih per hari.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Diah Ayu Kusumadewi saat ditemui usai membuka pembinaan dan pengelolaan sampah di Bank Sampah Kota Malang (BSM) itu menjelaskan bahwa  pemerintah telah mengusulkan peraturan daerah yang mengatur pengelolaan sampah.

Targetnya, peraturan yang salah satunya mengajak peran aktif masyarakat itu sudah dapat diterapkan, dua tahun mendatang.

“Sudah masuk Prolegda (program legislasi daerah) 2019 ini. Sampah mulai dari rumah disendirikan. Misalnya sampah plastik, kertas dan lainnya, yang bisa didaur ulang, kalau tidak dipilah tidak diangkut tukang sampah,” ujar di lobby Hotel Savana Senin (24/6/2019).

Lebih jauh dikatakan Diah, jika untuk merealisasikan program itu juga perlu didukung fasilitas yang memadai.

Misalnya, gerobak pengangkutan sampah harus disendirikan. Bak sampah ada dua, organik dan anorganik.

Sementara itu, Sekda Kota Malang Wasto  mengaku persoalan sampah memang sampai membuatnya pusing, bagaimana mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Pemberian pembinaan pengelolaan sampah 3R lewat BSM dihadapan ratusan peserta dari berbagai yelemen masyarakat.

Menurutnya, pemaksimalan Perda tentang sampah juga perlu diimbangi dengan edukasi atau pembelajaran kepada masyarakat.

“Misalnya yang nge-lap pakai tisu banyak itu. Pakainya enak, tapi bagaimana buangnya,” tutupnya.idealnya, lanjut Wasto jika setiap TPS (Tempat Pembuangan Sementara) harus menerapkan 3R atau Reuse, Reduce dan Recycle.

” ini akan kita coba terapkan sambil edukasi ke masyarakat, mulai dari rumah itu kita lakukan (pemilahan). Sehingga TPA di sini tidak akan over (kapasitas). Mungkin bisa kurang lah dari 600 ton menjadi 300 atau 400 ton perhari,” tandas dia. (*)