Polda Jatim Temukan Aliran Dana Mencurigakan Milik Veronika Koman

SURABAYA PROKOTA.Com-Kepolisian daerah Jawa Timur (Polda Jatim) sudah melayangkan surat panggilan kedua terhadap tersangka Veronika Koman, pelaku provokasi diasrama mahasiswa Papua jalan Kalasan Surabaya beberapa waktu lalu.

Surat panggilan kedua dikirim pada 13 September 2019. Saat ini penyidik Polda Jatim memberikan batas waktu serta toleransi hingga 18 September 2019 mendatang. “Kami berikan batas toleransi kepada yang bersangkutan (Veronika) atas saran dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter),” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan kepada wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Jum’at (13/9/2019).

Luki berharap Veronica akan datang memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apabila mangkir Polda akan memasukan daftar pencarian orang (DPO) jika batas toleransi waktu yang diberikan habis.

Untuk melengkapi hasil penyidikan, penyidik Polda akan memeriksa tiga orang saksi lagi. Sebelumnya polisi telah memeriksa tiga orang saksi.

Dari hasil penyelidikan, lanjut Luki petugas menemukan aliran dana yang mencurigakan ke beberapa nomor rekening bank yang diterima Veronika Koman.

Dari hasil penelusuran, dia diketahui telah melakukan penarikan dana yang cukup signifikan dibeberapa wilayah konflik. Namun jenderal bintang dua itu enggan menyebut jumlah aliran dana yang diterima Veronika Koman.

Luki hanya membeberkan penarikan dana diwilayah konflik di Surabaya dan Papua. “Dananya cukup besar saat ini kami terus mendalami dan akan bekerja sama dengan tim Mabes Polri,” beber Luki Hermawan.

Hingga saat ini, penyidik Polda Jatim tidak menggunakan upaya upaya hukum lain. Sebab VK paham betul tentang aturan undang undang serta hukum yang berlaku di Indonesia.

Apabila VK tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh petugas kepolisian, dia akan rugi sendiri karena masih ada azas praduga tak bersalah. “Sementara itu, sebelum diterbitkan Red Notice terhadap Veronika Koman, maka kasus ini harus digelar terlebih dahulu diluar negeri, yaitu di Belanda,” tandas dia.(rusdi@)