Pengakuan Baru Pelaku Mutilasi di Mall Matahari Pasar Besar di Lakukan Setelah Meninggal

MALANG PROKOTA – Akhirnya rasa penasaran warga soal korban mutilasi di area parkir lantai 2 Pasar Besar Malang pekan lalu kini terjawab. Hal itu setelah Sugeng Angga Santosa, warga Kota Malang terduga pelaku mutilasi akhirnya mengaku, bahwa ia membunuh korban sebelum memutilasi tubuh korban.

Kepada polisi, warga Jodipan tersebut mengakui jika ia hanya memutilasi setelah korbannya meninggal akibat sakit. Namun dari hasil pendalaman penyidik dalam kasus mutilasi, ditemukan bukti-bukti dan fakta-fakta yang mengarah bahwa kasus ini diawali dengan pembunuhan dan dilakukan mutilasi. “Ini berbeda dengan pengakuan pelaku yang pertama,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Senin (20/5/2019) saat konpres bersama wartawan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku bertemu korban pertama kali pada 7 Mei lalu. Pada saat bertemu, korban meminta uang kepada pelaku. “Tetapi karena tidak memiliki uang, pelaku hanya memberikan makan kepada korban,” paparnya.

Dari pertemuan itu, pelaku meminta korbannya untuk memenuhi hasrat biologis seksualnya. Namun, korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya menolak dengan alasan sakit. Penolakan itulah yang ditengarai membuat pelaku membunuh kemudian memutilasi korban. “Motif pelaku tentunya kecewa karena mengajak berhubungan badan namun korban sakit,” jelas Asfuri.

Saat ini, sejumlah barang bukti berupa baju korban dan pelaku serta alat yang digunakan untuk memutilasi tubuh korban telah dibawa oleh tim Labfor. Akibat perbuatannya, pelaku dikenai pasal 338 tetang pembunuhan, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. “Kemungkinan korban ini juga seorang tunawisma, tetapi untuk memastikan identitasnya masih menunggu pemeriksaan sidik jari,” pungkasnya.(*)