Pembongkaran Bedak Sepihak di Pasar Seni Bareng Nuai Kritikan Pedas

MALANG PROKOTA.Com – Pembongkaran dua bedak di Pasar Seni Bareng nampaknya menui kritik pedas dari paguyuban pasar seni Bareng.

Kegaduhan pembongkaran tanpa kordinasi dengan paguyuban itu dinilai mencederai paguyupan

“Proses pembongkaran ini tidak adanya koordinasi dengan Paguyuban Pasar Seni Bareng, Alasan pembongkaran karena selama ini jarang membayar restribusi dan jarang buka, anehnya hal tersebut di sampaikan Kepala Diskoperindag Kota Malang Wahyu Setianto saat dikonfirmasi awak media.

Karuan saja Eddy Indra Putra selaku Ketua Paguyuban Pasar Seni Bareng, saat dikonfirmasi tak menerima kalau dituding gak bayar retribusi,” masak selama ini kami tidak membayar restribusi ? kami ada buktinya jalau rutin bayar retribusi, soal sering tutup bisa kami jelaskan, sebab selama pandemi Covid-19 pasar seni dan budaya buka sore hari,” paparnya saat dikonfirmasi awak media.

Dikatakan Edy lebih jauh bahwa bedak yang dibongkar tersebut murni dari kemandirian (swadaya) anggota paguyuban. satu di antara dua bedak yang di bongkar di peruntukan sebagai pusat informasi paguyuban pasar seni dan budaya tersebut.

Sementara Setiawan kepala pasar Seni Bareng saat dihubungi via telepon seluler, menjelaskan tidak tahu perihal pencatatan retribusi pasar seni dan budaya yang masuk, lebih lanjut di sampaikan juga baru bertugas menggantikan kepala pasar lama yang telah di mutasi. (ovn/riz)