Optimalisasi Forum Perangkat Daerah DLH Gelar Renja 2019

MALANG.Prokota. Agar pembangunan selalubdilandasi dengan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan senantiasa menghendaki peningkatan kualitas hidup manusia dan selalu berorientasi jangka panjang dengan perinsip-prinsip keberlanjutan hidup manusia sekarang dan YANG akan datang.

Hal itu diungkap drs Agoes Edy Poetranto.MM kadin Lingkungan Hidup Kota Malang dihadapan 100 peserts bintek Renja DLH 2020 diAris Gajayana akhir ahad lalu,

Salah satu perwujudan pembangunan berkelanjutan diantaranya adalah adanya komitmwn kita dan atau semua pihak, didalam melakukan suatu kegiatan/usaha selalu mengelola dampak lingkungan yang berpotensi menimbulkan degrasi kualitas lingkungan akibat pemakaian sumberdaya.
Setiap kegiatan kegiatan / usaha pasti menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif.

Dalam kontek pembangunan yang berwawasan lingkungan, pada prinsipnya adalah bagaimana mengelola dampak agar kita dapat memaksimalkan dampak positif dan dapat meminimalkan dampak negatif. harapnya optimis.

Lanjut mantan Kasatpol PP ini lebih jauh bahwa,” KOTA MALANG TEMPO DULU terasa sejuk, asri, dan nyaman, kini kota kota malang mulai terasa panas, macet, banjir, dll. Hasil kajoan daya dukung lingkungan, Kota Malang idealnya hanya mampu menampung penduduk sejumlah 849.672 Jiwa, padahal menurut data kependudukan pada tahun 2017 penduduk kota sudah sebanyak 904.165 jiwa, belum termasukmahasiswa dan pekerja dari luar Malang. Bila dijumlahkan kota malang secara de fakto sudah menampung di atas 1juta orang.

Dari aspek pemanasan global, emisi gas, rumah kaca (GRK) Kota Malang dari tahun ke tahun selalu meningkat, dan berkat partisipasi dari semua pihak emisi GRK pada tahun 2016 dapat ditekan laju peningkatan sebesar 2,2% (dari 9,47 %). Dimana kontribusi sumber rosot GRK terbesar berasal dari sektor energi 97%.

Itulah gambaran Kota kita tercinta ini, dan tentunya masih banyak faktor-faktor lain yang telah mempengaruhi kualitas lingkungan Kota Malang.”tegas dia.

Untuk itu pemerintah Kota Malang, melalui forum ini melakukan salah satu upaya pencegahan dengan melakukan bimbingan teknis, khususnya bagi pengusaha golongan ekonomi lemah agar dalam menjalankan usaha / kegiatannya dapat membuat perencanaan terkait prakirapotensi dampak yang akan terjadi dan perencanaan terkait dengan pengelolaan dampat lingkungan yang terjadi, sehingga dapat meminimalkan dampat yang berpotensi menurunnya kualitas lingkungan di Kota Malang.

Selain maksud tersebuh, dalam konteks legalitas suatu kegiatan usaha, maka dengan adanya bimtek ini, peserta dapat membuat secara mandiri salah satu kelengkapan persyaratan dalam proses perizinan.

Yaitu kelengkapan dokumen lingkungan. Untuk itu pada bimtek kali ini, manakala kelengkapan persyaratam persyaratan lengkap sesuai persyaratan yang sudah di infoasikan mulai pertengahan januari melalui kelurahan, pada hari ini, para peserta bimtek pulang sudah membawa dokumen lingkungan.
Sebagai informasi karena adanya keterbatasan anggatan, kecamatan klojen memperoleh priorita pertama dalam acara ini.

Dimana dari hasil pendataan pada tahun 2017 jumlah golongan ekonomi lemah yang belum memiliki dokumen lingkungan dikecamatan klojen sebanyak 1.128 kegiatan/usaha.
Tentunyavdengan kehadiran saudara 100 orang dari 1.128 orang pada acara ini adalah semata mata merupakan berkah dari tuhan yang maha kuasa, untuk itu manfaatkan sebaik baiknya, agar legalitas kelayakan lingkungan yang menjadi kewajiban saudara dalam melakukan kegiatan/usaha dapat terpenuhi. Pungkasnya nyakin. (*)