Ogah Kalah Lagi, DPC PDIP Berharap ke DPP Bisa Duetkan Tokoh Nasionalis-Religius untuk Cabup dan Cawabup di Pilkada Malang

MALANG PROKOTA.Com – DPC PDIP Kabupaten Malang tak mau kehilangan momentum dalam Pilbup 2020 mendatang. Maklum partai pemenang ini dua kali kalah terus dalam pertarungan memperebutkan N1 dan N2 ini. Yakni pada pilbup 2010 dan 2015.

Nah, pasca tidak ada namanya Rendra Kresna lantaran sudah terpilih sebagai Bupati Malang dua periode, praktis PDIP ingin bisa menempatkan kader terbaiknya untuk bisa memenangkan sebagai Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang periode 2021-2025.

Untuk memenangkan itu, PDIP sengaja mengusung pasangan yang nantinya mengombinasikan antara kelompok nasionalis religius. Kombinasi dua kelompok ini dianggap strategi yang ampuh untuk memenangkan pilbup Malang.

Ini berkaca pada pilpres yang menduetkan presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin. Jokowi representatif kelompok nasionalis karena dari PDIP sedangkan KH Ma’ruf Amin mewakili kelompok religius.

Dan terbukti pasangan ini bisa memenangkan pilpres 2019 dengan mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berkaca dari fakta itu, DPC PDIP Kabupaten Malang akan menerapkan strategi itu. Apalagi suara dari kelompok religius juga sangat besar di wilayah Kabupaten Malang. Indikator yang terlihat untuk mewakili kelompok religius PKB mendapatkan 12 kursi sama dengan PDIP dan PPP meraih dua kursi. “Duet pasangan nasionalis-religius memang terus digaungkan dipilkada Kabupaten Malang. Termasuk arahan dari ketua Umum Bu Megawati juga mengarah kesana (pasangan nasionalis-religius),” ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto kepada jurnalis media online PROKOTA.Com ini.

Sebagai partai pemenang, kata Didik, tentunya PDIP akan menempatkan kader terbaiknya sebagai calon Bupati (N1). Hanya saja itu semua kewenangan mutlak dari DPP PDIP mengenai siapa nanti yang direkomendasikan.

Termasuk juga untuk memilih N2 (Wakil Bupati) yang akan mewakili kelompok religius. “Kita lihat saja nanti. Semuanya masih dalam proses penjaringan. Tapi dorongan untuk menduetkan pasangan nasionalis-religius sangat kuat,” kata mantan kades Tunjungtirto, Singosari ini.

Informasi yang digali PROKOTA, ada beberapa kelompok yang ingin mengusung beberapa tokoh PDIP yang sukses dalam pileg 2019 sebagai calon Bupati Malang. Diantaranya Ahmad Basarah, Krisdayanti ( DPR RI dapil Malang Raya) dan Sri Untari (anggota DPRD Jawa Timur dapil Malang Raya).

Ketiga orang ini berpeluang besar karena perolehan suaranya diatas 100 ribu di pileg 2109.

Sedangkan dari luar kader, sejumlah tokoh NU menjadi incaran PDIP. Diantaranya dr Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang) dan Hasan Abadi (Rektor Unira). Dan kebetulan keduanya kini juga sudah mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Malang lewat partai moncong putih ini.

Namun jika PDIP menetapkan kadernya sebagai N1, maka peluang Umar Usman dan Hasan Abadi sebagai N2 juga terbuka lebar. (*/Agus)