Menuju Polisi yang Profesional di Polres Malang, Kapolda Lounching Malang E-Policing

PROKOTA MALANG – Inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan terus dilakukan Polres Malang. Ini terlihat dari terobosan Polres Malang dengan membuat aplikasi pelayanan yang disebut ‘Malang E-Policing’.

Aplikasi E-Policing ini merupakan layanan publik berbasis IT milik Polres Malang dilaunching Kapolda Jatim Irjen Drs Machfud Arifin. Dengan aplikasi ini mempermudahkan masyarakat, memangkas birokrasi, dan menghilangkan KKN (kolusi, korupsi, nepotisme), karena mengurangi intensitas pertemuan petugas dengan masyarakat.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan Malang E-Policing yang berbasis Android Play Store ini terdiri dari layanan umum dan layanan spesifik kepolisian. “Dan hampir semua kebutuhan layanan masyarakat tersedia lengkap,” ujar Ujung disela-sela launching.

Untuk bisa mengakses, terlebih dahulu pengguna dengan install dulu aplikasi Malang E-Policing dari Playstore. Setelah diinstall, silakan registrasi dengan memasukkan data-data yang diperlukan, agar layanan yang diberikan bisa valid dan tepat sasaran.

Setelah itu akan ada menu Layanan Umum. Di laman depan aplikasi terdapat tombol SOS, yang bila ditekan akan diarahkan ke 3 layanan, antara lain, Bantuan Kepolisian (Panic Button), Layanan Ambulance, Pemadam Kebakaran, dan tombol Pengaduan Masyarakat.

Beberapa layanan aplikasi milik  Polres Malang  terdiri dari beberapa varian yang ditawarkan kepada masyarakat dalam mengakses diantaranya :

1) PREGO (Pendaftaran Regident Online)

Masyarakat Kabupaten Malang dan sekitarnya bisa menggunakan layanan Prego, baik melalui website pregomalang.com ataupun mengunduh aplikasi prego berbasis android di playstore.

Di dalam aplikasi prego ada 3 basic layanan regident, SIM, STNK, dan BPKB. Pemohon tinggal memilih jenis layanan yang akan digunakan. Contohnya pendaftaran SIM baru, pemohon tinggal memilih tipe SIM, lalu mengisi data diri sesuai KTP dan memilih waktu (tanggal dan jam) yang diinginkan, setelah itu pemohon mendapat nomer registrasi. Ada pemilihan waktu sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga efektif dalam solusi orang sibuk. Terdapat informasi kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

2) LAKON (Laporan Kehilangan Online)

Proses pelaporan kehilangan dapat menggunakan aplikasi. Mempermudah dan mempercepat layanan kepada masyarakat.

3) SP2HP Online (Satreskrim, Satnarkoba, dan Satlantas)

Masyarakat dapat melihat dan mengetahui perkembangan perkara yang dilaporkan kepada polisi melalui aplikasi.

4) Besuk Tahanan Online

Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi untuk proses antri bezuk tahanan, termasuk mengetahui secara jelas larangan, proses, mekanisme dan segala sesuatu tentang bezuk tahanan.

5) Penyuluhan & Konsultasi Narkoba Online

Polres Malang memberikan penyuluhan pencegahan Narkoba melalui video, foto, slide, animasi serta konsultasi hal ihwal pencegahan Narkoba melui forum tanya jawab di website

6) SKCK Online

Layanan yang diberikan Satintel ini mempermudah masyarakat dalam pembuatan SKCK. Mengurangi waktu birokrasi dan antrian manual.

7) CJS Online (Criminal Justice System Online)

Layanan terintegrasi antara penyidik kepolisian, kejaksaan dan pengadilan negeri dalam rangka memangkas birokrasi penegakan hukum di Kabupaten Malang. CJS online ini hanya bisa diakses internal.

8) MCSD (Malang Criminal Smart Database)

Berisi data-data pelaku kejahatan, DPO, DPB, profiling pelaku-pelaku kejahatan. Hanya bisa diakses internal.

9) COMMUNITY REPORT

Berisi temuan hasil patroli. Hasil patroli dialogis petugas kepolisian dengan masyarakat berupa keluhan dan saran masyarakat diupload dalam bagian ini. Data digunakan untuk analisa dan evaluasi perbaikan tugas kepolisian ke depan.

“Semua ini dilakukan dalam rangka modernisasi pelayanan publik dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kepolisian di Kabupaten Malang,” tandas Ujung. (*)