Makin All out Tim Satgas Desinfektant DPD PG Setelah 3 Pasien Nakes  Positif Civid -19 Sembuh

MALANG PROKOTA.Com – Alhamdulilah ungkapan yang pertama keluar dari Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat diberi info soal sembuhnya Nakes Positif Covid-19 yang ada diKota Malang.

“Alhamdulilah Kami bersyukur atas kabar kalau tenaga kesehatan yang masuk OTG (orang tanpa gejalah) positif covid-19 sembuh setelah menjalani isolasi secara mandiri ini sebagai motivasi kepada Satgas desinfektant DPD PG dan FKPPI kota Malang yang tiada hari tanpa lakukan aksi penyemprotan untuk memutus rantai penyebaran Corona ditengah masyarakat di Bhumi Arema ini makin bersemangat dan all out, insha allah juga memberi semangat pada semua komunitas relawan yang terus bertambah hingga corana benar – benar bebas dari Corona,” tegas ketua DPD PG dan FKPPI kota Malang itu berharap.

DItambahkannya Politisi asal Partai Golkar Kota Malang itu akan lakukan penyampaian bantuan APD untuk Nakes Tenaga kesehatan di RSSA, RS Lavallete dan Puskesmas Polowijen, “alat perlindingan diri (APD) sanfan diperlukan oleh karenanya secepatnya besok kami akan salurkan bantuan dari DPD PG jatim tersebut agar segera dimanfaatkan,” tuturnya berharap .

Perlu diketahui tiga pasien positif Covid-19 dari tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Malang sudah sembuh. Artinya, dari 8 pasien positif yang terdata hingga hari ini (Selasa, 14/4) sudah 7 pasien berhasil melawan virus yang muncul pertama kali di Wuhan China sejak Desember 2019 lalu.

Rincinya bahwa hingga saat ini, maka tersisa satu pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani perawatan isolasi mandiri. “Inggih (benar) dari nakes (Tenaga Kesehatan) semua,” ujar Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto.

Perlu diketahui kalau ketiga pasien yang telah dinyatakan sembuh tersebut, awalnya merupakan kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). Meski hasil swab sudah negatif dan dinyatakan sembuh, namun mereka tetap harus menjalani masa karantina.

Artinya ketiga pasien juga masih harus menjalani pengawasan pasca dinyatakan sembuh untuk mengisolasi diri selama 2 minggu ke depan secara mandiri.

Hal ini pasalnya  dalam hal ini Pemkot Malang tetap mengimbau bagi masyarakat untuk kewaspadaan dengan menerapkan social distancing dan physical distancing dan menjaga pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dengan ini terbukti. Prinsip Social dan Physical Distancing menjadi kuncinya. Selalu jaga kesehatan, cuci tangan dan mengenakan masker secara disiplin akan mengindarkan diri sendiri dari paparan virus,” tandasnya.

Terpisah Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan  berkaitan dengan penanganan pasien Nakes yang telag dinyatakan sembuh bergantung pada pihak rumah sakit yang menanungi.

Akasannya, untuk evaluasi sampai pada si tenaga kesehatan bisa beraktivitas kembali di rumah sakit untuk memberikan pelayanan dan perawatan kepada pasien.

“Penanganan pasien OTG selanjutnya nanti tergantung pada pihak rumah sakit (sementara masih terus isolasi mandiri). Tentu akan melewati beberapa evaluasi lagi tergantung pada rumah sakitnya. Sampai pada suatu kesimpulan bahwa tenaga-tenaga kesehatan ini sudah bisa menjalankan aktivitas lagi seperti biasanya di rumah sakit.

Lanjutnya  berkaitan dengan satu kondisi pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan isolasi mandiri, dikatakannya kondisinya telah membaik. Pasien ini juga merupakan kategori OTG yang memiliki kontak erat dengan pasien konfirm positif lainnya.

Saat ini, pasien tersebut masih menunggu hasil swab untuk dinyatakan sembuh atau masih perlu perawatan lebih lanjut.

“Sampai hari ini masih isolasi mandiri di rumah (satu pasien Positif Covid-19). Perkembangannya baik, setiap dua hari sekali kita berkomunikasi dengan yang bersangkutan untuk menanyakan kondisi. Baik melalui chat whatsapp chat ataupun video call, dan sampai tadi pagi masih sehat. Tinggal menunggu hasil swab-nya,” jelas Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang itu.

Seperti diketahui, data kasus Covid-19 di Kota Malang per tanggal 14 April 2020 jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) di Kota Malang terus meningkat yakni mencapai 1.243 orang. Kemudian, OTG sebanyak 153 orang.

Pasien positif Covid-19 ada 8 orang, tujuh sembuh, satu masih dalam perawatan. Sedangkan ODP (Orang Dalam Pantauan) mencapai 481 orang. Rinciannya, sejumlah 284 orang masih dalam tahap pemantauan dan 197 telah selesai dipantau.

Sementara, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) total sebanyak 85 orang. PDP meninggal sebanyak 4 orang. PDP sehat atau selesai dilakukan pengawasan sebanyak 15 orang, dan yang masih dirawat berjumlah 66 orang.(*)