KPK Tahan Wali Kota Malang Moch. Anton di Rutan Guntur, Tahap Pertama Masa Penahanan 20 Hari

PROKOTA, JAKARTA – Jumlah tersangka kasus suap APBD Kota Malang yang ditahan KPK bertambah. Jika sebelumnya, KPK sudah menahan Wali Kota Malang Non Aktif Moch. Anton bersama dua rekannya anggota DPRD Kota Malang yakni Rahayu Sugiarti dan Abdur Rachman, Selasa (27/3/2018), KPK juga langsung menahan empat anggota DPRD lainnya.

Yakni Heri Pudji Utami (Ketua Fraksi PPP-Nasdem), Sukarno (Ketua Fraksi Golkar), Hery Subiantono (Ketua Fraksi Demokrat) dan Yaqud Anand Qudban.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, penahanan terhadap tujuh tersangka itu selama 20 hari kedepan. Tujuannya untuk mempermudahkan penyidikan kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun 2015.
“Terhitung mulai hari ini penyidik KPK melakukan upaya hukum penahanan terhadap tujuh tersangka,” ujar Febri Diansyah yang diamini Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa melalui pesan WhatsApp Selasa (27/3/2018).

Terkait tahanan para tersangka, Febri mengungkapkan ketujuh tersangka ditahan di lima rumah tahanan berbeda. Tersangka Rahayu Sugiarti ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Tersangka Heri Pudji Utami dan Yaqud Ananda Qudban di Rutan Klas IIA Jakarta Timur (Pondok Bambu).

Hery Subiantono dan Sukarno di Rutan Polres Jakarta Timur. Abdurahman di Rutan Polres Jakarta Selatan. “Sedangkan, MA (Walikota Malang periode 2013-2018) ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur,” tandas dia. (*)