Koni Ngak Ada Resavel, Hanya Ganti Kepengurusan

MALANG PROKOTA.com-Waw walau gagal dalam mempertahankan posisi kedua pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), nampaknya Koni Kota Malang tetap akan mempertahankan kepengurusan yang ada, jadi tidak ada perombakan atau resavel pengurus.

Apanya yang mau diresavel, pengurus KONI sudah ramping, sesuai amanah yang diberikan, jadi kegagalan ini, tidak akan berdampak pada resavel pengurus, kalau pergantian pengurus memang ada, karena ada yang jadi Dewan dan ada yang meninggal dunia,”ujar Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono, usai bertemu Wali Kota Malang Rabu 31/7 kemarin.

Menurut Edi Wahyono,bahwa pertemuan yang dilakukan tadi, Wali Kota tidak meminta adanya resavel kepengurusan. Yang ada Koni hanya diminta melakukan evaluasi dan intsropeksi saja. Jadi ngak ada permintaan untuk resavel.

Beliau meminta kami melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan, yang sudah dilakukan, itu tentunya wajar dan mutlak harus kami lakukan, demi perbaikan kepengurusan Koni kedepan,”paparnya.

Terkait dengan prestasi yang diraih tidak sebanding dengan anggaran yang diberikan Pemkot Malang, menurut dia, Wali Kota sudah faham betul. Tetapi jika ada yang bilang tidak signifikan dengan prestasi tidak semua bisa diterima.

Ada yang bilang, Kota Kediri anggaran lebih kecil tetapi prestasinya lebih baik, kita ngak tahu yang disampaikan benar apa tidak, tapi faktanya memang prestasi Kediri berada di atas Kota Malang,”tegasnya.

Pihaknya lantas menyampaikan, Interopeksi yang akan dilakukan terkait dengan persiapakan adalah bagi cabor yang benar-benar siap untuk diberangkatkan, dan mampu menyumbangkan medali akan disiapkan untuk Porprov tahun 2020.

Eveluasi cabor terkait dengan cabor unggulan sudah didata. Selain itu persoalan penting lainnya adalah, kedepan ketemu dengan Wali Kota Malang, tidak hanya sekedar pamitan dan laporan, tetapi ada komunikasi yang inten lagi.

Terkaat dengan informasi adanya kekecewaan Wali Kota terhadap prestasi Koni, ia menyebut jika Wali Kota memahami itu, tetapi tidak menunjukan kekecewaannya. Namun demikian jika disebut kecewa dia sendiri juga kecewa lantaran tidak bisa memberikan hasil yang maksimal.
Jangankan Pak Wali, saya juga kecewa karena gak sesuai target. imbuhnya.

Sementara itu, wali Kota Malang Sutiaji, ditanya soal resavel Koni, dia menjawab bahwa itu bukan domin dia. Namun demikian ia hanya menyebut jika prestasinya jelek masyarakat tentunya akan memberikan penilaian.
Biar masayarakat yang menilai bagimana, prestasi Koni,’pungkasnya.

Perlu diketahui, kalo prestasi Koni Kota Malang pada porprov tahun 2019 ini, benar-benar terpuruk, sebab dengan dana Rp. 12,5 M hanya mampu berada di posisi ke empat, setelah Surabaya, Kediri dan Sidoarjo.(*)