Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika : Usai Penetapan AKD, Kami akan Sidak Semua ATCS Se-Kota Malang

MALANG PROKOTA.Com – Mencuatnya dugaan adanya pekerjaan menyalahi spek di proyek rehabilitasi dan pemeliharaan area traffic control system (ATCS) di Dinas Perhubungan Kota Malang pada tahun anggaran 2018 lalu, juga mengundang perhatian anggota DPRD Kota Malang.

Hanya saja saat ini para wakil rakyat masih fokus untuk menuntaskan pembahasan alat kelengkapan dewan (AKD) pasca pelantikan anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024 dua Minggu lalu.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika mengatakan pihaknya memang terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Kota Malang. Meskipun saat ini anggota dewan masih fokus untuk menuntaskan AKD. “Ya kami ikuti perkembangan soal pemberitaan itu (ACTS),” ujar Made kepada media online ini.

Made mengatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan sidak ATCS di Kota Malang. Hanya saja nanti menunggu terpilihnya ketua komisi dan anggota komisi yang membidangi soal pembangunan.

Mengingat anggaran yang dikeluarkan Pemkot Malang. “Tahun ini saja saya dengar anggarannya 3,8 miliar. Jadi memang harus diawasi pekerjaannya supaya sesuai aturan main,” kata Made.

Dengan sidak itu nantinya, kata Made, pihaknya akan mengetahui kondisi riil pembangunan ACTS yang dibangun tahun ini dan yang sudah dibangun tahun sebelumnya.

Seperti diberitakan, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) berancang ancang melaporkan kasus tersebut ke Kejari Kota Malang.

Mengingat anggaran di program rehabilitasi dan pemeliharaan ATCS di tiga titik ini menelan anggaran yang tidak kecil. Nilainya mencapai 2,8 miliar. Proyek ini sendiri dikerjakan oleh PT BKE yang beralamatkan di Jalan Klampis Harapan VIII/14 Surabaya.

Koordinator AMATI, Doni mengatakan pihaknya saat ini sudah mengumpulkan semua temuan di lapangan terkait rehabilitasi ATCS. Mulai dari depan Hotel Savana (Jalan Letjen Sutoyo), perempatan Kaliurang (depan gunung sari intan), dan pertigaan Ciliwung (Jalan Letjen S Parman). “Intinya semua berkas temuan sudah siap, dan sudah siap kirim ke Kejari,” ujar Doni kepada media online ini.

AMATI menduga proyek ATCS ini dikerjakan tidak sesuai spek. Dari ketiga titik ini hanya satu yang terpasang sesuai spesifikasi. Yakni depan Hotel Savana. Untuk yang dua titik tiang trafic light tidak diganti. Hanya dicat ulang saja.

Tak hanya itu, kata Doni kabel trafic light dan kabel CCTV harusnya dibuatkan bak kontrol terlihat hanya di pendam dalam tanah. “Ini bukti fotonya,” kata Doni sambil menyerahkan foto kabel yang gulungan dan ada tulisan “AWAS ADA GALIAN KABEL DINAS PERHUBUNGAN”.

Selain itu, tiang pengaman trafic light yang tingginya 110 cm itu juga terlihat tidak diganti. Akan tetapi menggunakan tiang pengaman yang lama dan hanya dicat ulang. Padahal harusnya diganti baru dan dilakukan pengecoran dibawah tiang pengaman. Akan tetapi kelihatannya tidak di cor.

Doni menegaskan pihaknya secara lisan sudah berkonsultasi soal temuan itu kepada penyidik Kajari. “Secara lisan sudah ada konsultasi. Mereka (penyidik Kejari Kota Malang) menunggu laporan resmi dari kami,” kata Doni yang getol menyoroti pelayanan publik di Kota Malang.

Terpisah, Kadishub Kota Malang Handi mengaku secara tekhnis tidak paham. Sebab proyek tersebut dikerjakan di era Kadishub Kusnadi.

Akan tetapi Handi mengakui keberadaan ATCS memang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas pelayanan di Dishub Kota Malang.

Karena soal tehnis, Handi akhirnya memerintahkan Kabid Lalin Agoes Mulyadi untuk menceritakan detail pekerjaan proyek tersebut

Agoes membantah proyek tersebut menyalahi spek.

Disinggung soal tiang trafic light hanya satu yang diganti, Agoes mengaku tidak semua tiyang trafic light diganti. Akan tetapi alat yang masih bagus bisa pergunakan kembali.

Bahkan Agoes menantang AMATI untuk membuktikan di lapangan terkait adanya dugaan kesalahan spek. “Ayo kapan dijadwalkan turun ke lapangan bareng untuk survei pekerjaan,” tantang Agoes.

Terkait rencana pengecekan ke lapangan Agoes mengatakan masih berkoordinasi dengan pimpinan. “Nanti keputusannya tak kabari ya,” pungkas Agoes dalam pesan singkat lewat whatshap. (*)