Kesadaran Rendah, Wali Kota Malang Sutiaji Genjot Gerakan Gemar Makan Ikan

PROKOTA MALANG – Kesadaran warga Kota Malang untuk makan ikan rendah. Ini berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Malang yang tercatat hanya 28 persen warga yang makan ikan setiap tahunnya.

Padahal idealnya, tingkat konsumsi ikan minimal 70 persen per tahun. Untuk itu, Pemerintah Kota Malang terus melakukan sosialisasi agar masyarakat gemar makan ikan. “Kita masih kalah dari negara Jepang dalam hal mengkonsumsi ikan yang telah mencapai 75 persen per tahun, padahal negara kita adalah negara maritim. Perlu ada dorongan agar warga gemar makan ikan,” ujar Walikota Malang, Sutiaji di sela Kampanye Gemar Makan Ikan yang digelar di Swalayan Ikan Kota Malang, Minggu (14/10/2018).

Untuk mendukung program gemar makan ikan, kata Sutiaji, Pemkot Malang akan terus berupaya memastikan ketersediaan pasokan ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut bagi masyarakat Kota Malang. “Pasokan ikan air tawar akan dipantau ketersediaannya melalui Pokdakan Kota Malang sedangkan pasokan ikan air laut akan diupayakan melalui adanya MOU dengan Pemerintah Kabupaten Malang yang memiliki wilayah laut agar aliran ikan ke Kota Malang dapat berjalan jelas dan terukur,” kata pria politisi Demokrat ini.

Perlu diketahui bahwa ketersediaan ikan tersebut selama ini dijual di swalayan ikan yang dibangun Pemkot Malang. Selain menyediakan ikan segar,  swalayan tersebut juga menyediakan berbagai macam produk olahan ikan.  “Saya berharap 5 tahun yang akan datang tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Malang naik dua kali lipat dari data yang ada sekarang. Ketika kita gemar makan ikan, tingkat kecerdasan masyarakat Kota Malang juga akan meningkat,” beber Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Sri Winarni mengungkapkan, selain kampanye gemar makan ikan, pihaknya juga mengadakan BAZURI (Bazaar Ikan Jumat Pagi) di halaman Swalayan Ikan. “Swalayan Ikan ini ternyata banyak menarik minat pemda lain untuk mengadaptasi ide pendirian sebuah sentra pemasaran ikan. Ini membuktikan bahwa konsep sentra pemasaran ikan yang berbasis manajemen pemasaran modern seperti Swalayan Ikan layak untuk dikembangkan di daerah asal mereka,” tandas dia. (*)