Kelurahan Tlogomas Dengan Sumur Resapan Komunal Sabet Anugerah Proklim Mentri LH

JAKARTA PROKOTA.com – Waw luar biasa prestasi yang diraih  Kelurahan Tlogomas berada di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hingga mendapat Anugerah Proklim tingkat utama dari kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

Hal itu bisa diraih menurut Arif Sastyawan SSTP.MSI Kabid Tata Lingkungan Hidup DLH kota Malang yang mendampingi rombogan itu menggaris bawahi ungkapan Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK ) RI itu mengharapkan agar  daerah (kab/kota) berkomitmen utk menurunkan GRK( gerakan Rumah Kaca)

“Agar mendorong terbentuknya kampung proklim di wilayah nya masing masing.
Mendorong pengetahuan tentang proklim ke generasi milenial”

“dari sekitar 33 kampung yg menerima penghargaan se-Indonesia, tiga yang diraiholeh kelurahan atau kampung di Jawa Timur, salah satunya Kota Malang yang diwakili RW 07 Kampung Tlogomas Kecamatan Lowokwaru “tandas mantanLurah Kasinitu bangga.

Sementara Budi Santoso kasie analisa Dampak Lingkungan DLH kota Malang yang hadi tim untuk mengusulkan RW atau kelurahanmana yang patut diajukan ke KLHK propinsi maupun pusat dan tahu soal kenapa Tologomas yang mendapat penghargaan Proklim dari KLHK?

“RW 07 Tlogomas itu VINI VIDI VICI langsung nasional. Sekali diusulkan langsung menang kategori tertinggi.Ada 5 RW yang DLH usulkan.

selsin kelurahanTlogomas, Rw nya saya lupa, yang pasti kelurahan : kidul dalem, pisangcandi, rampal Claket dan purwantoro,” paparnya optimis bisa mendorong kelurahan- kelurahan lainnya untuk berprestasi pro lingkungan.

Sementara Agus Gunarto tokoh Lingkungan Hidup kota Malang juga tokoh masyarakat Tlogomas yang ada dibalik keberhasilan RW 07 Kelurahsn Tlogomas meraih anuverah Proklim tingkat Nasional dari KLHK.

“Perlu diketahui bahwa kelurahan Tlogomas tepatnya di Lingkungan RW 07 itu lokasinya  dikelilingi oleh Sungai Bratas dan Sungai Metro. Pesatnya perubahan tata guna lahan dari kawasan pertanian menjadi kawasan permukiman, perdagangan dan jasa, perkantoran, dan industri, mengakibatkan meningkatnya potensi genangan air dan banjir saat musim hujan tiba.

Kondisi topografi Kota Malang yang berada pada pegunungan dan dataran tinggi menyebabkan aliran air langsung menuju ke sungai tanpa penghambat. Fenomena ini mengakibatkan meningkatnya laju erosi dansedimentasi terutama pada daerah hilir.

Guna menahan dan mengurangi laju air disaat musim penghujan, pengelolaan konservasi air dengan sumur resapan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat kelurahan Tlogomas untuk beradaptasi.” Jelas penerima award Lingkungan dari USA berapa tahun silam itu panjang lebar.

Lanjut Agus bahwa Pogram USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) berupaya meningkatkan ketangguhan masyarakat Kelurahan Tlogomas terhadap dampak perubahan iklim dan bencana melalui peningkatan kapasitas dinas terkait maupun kader tangguh bencana.

“Untuk mengatasi ancaman banjir perkotaan, USAID APIK mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait penataan kampung hijau berbasis masyarakat, yang hasilnya kemudian ditindaklanjuti dengan mengadakan pelatihan percontohan sumur resapan model komunal yang diselenggarakan hingga bulan Desember 2019.

USAID APIK memfasilitasi pelatihan yang diikuti dengan pembangunan sumur resapan model komunal sebagai aksi adaptasi pengurangan risiko bencana di masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, USAID APIK turut melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dalam pengukuran laju infiltrasi air pada sumur resapan. Hingga bulan September 2019, tercatat sebanyak lima sumur resapan model komunal telah terbangun”.tegasnya nyakin.(*)