Kampoeng Heritage Kajoetangan Menjadi Sasaran Wisatawan

MALANG PROKOTA.com– Satu lagi  destinasi wisata di Kota Malang yang jadi sasaran  wisatawan. Disana bisa dijumpai Kampoeng (Kampung) yang terkenal sejak jaman penjajahan itu, kini berbenah untuk mengembalikan keelokan kampung yang terkenal dengan nama Kampoeng Kajoetangan.

berkesempatan menyusuri kampung lawas yang terkenal dengan rumah kuno sejak zaman Belanda itu. Heritage Kampoeng Kajoetangan, itulah kampung lawas yang berada di Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang  Jawa Timur.

Keeksotisan Kota Malang Tempo Dulu Ada di Kampung Heritage Kayu Tangan
Setiap pintu masuk akan punya rute berbeda, tapi seluruh kawasan bisa diakses lewat jalur mana pun. Kampoeng Heritage dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Dengan biaya masuk Rp 5.000, kamu sudah bisa eksplor ke semua tempat, plus dapat peta rute wisata dan post card bernuansa vintage.

Eki Poetri Pangestuti  (25), salah satu pengunjung yangpose dengan sederet barang antik
Lokasi Kampoeng Kajoetangan mudah dicari. Anda bisa mencari di Google Maps, nanti akan terlihat Jl Jenderal Basuki Rachmat Gang IV, Kauman, Klojen, Malang, Jawa Timur. Namun, kalian bisa masuk melalui beberapa titik, salah satunya lewat Jalan Semeru, Jalan Arif Rahman Hakim gang 2 (gapura utama), dan Jalan Dorowati.

Kampoeng Heritage Kajoetangan melingkupi tiga RW yakni RW 01, RW 09, dan RW 10. Jadi memang luas banget. Menurut peta, terdapat sekitar 30 titik wisata yang bisa kamu temui, tapi tak semua rumah merupakan rumah kuno. Tempatnya tersebar ke beberapa area dengan nuansa berbeda. Beberapa awak media mencoba menelusuri area wisata yang berada di wilayah RW 9.

“Banyaknya rumah kuno peninggalan Belanda inilah, pemerintah Kota Malang menjadikannya sebagai wisata. Ini bakal terus dikembangkan, terutama fasilitas dan kebersihannya,” ungkap Herman salah satu tokoh di KjH itu.

Seperti misalnya Galeri musik di Kampoeng Heritage Kajoetangan
Seperti areal kampung yang kami kunjungi via Jl Jenderal Basuki Rachmat ini. Lokasi ini terdiri dari rumah-rumah kuno yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan terawat baik hingga sekarang. Paling hanya dilakukan sedikit restorasi pada rumah-rumah tersebut, supaya keadaannya tetap terawat meski termakan usia.

Terdapat lebih dari 10 rumah kuno di kawasan ini. Setiap rumah punya nama lengkap beserta penjelasannya. Seperti di antaranya Rumah Penghulu yang sudah ada sejak 1920, Rumah Jengki, hingga rumah paling tua yang sudah berdiri sejak 1870. Selain itu, hampir di setiap dinding tembok terdapat aneka ragam lukisan yang menggambarkan era tempoe doeloe.

Beberapa teman Eki Poetri mencoba selfie di setiap titik lokasi, seperti di lokasi tembok bergambar bangunan kuno layaknya rumah menir Belanda dengan Andong (kereta kuda) serta sepeda pancar tempoe doeloloe. Selain itu juga ada gazebo layaknya pendopo dengan hiasan foto lawas dan aksesoris pesawat telepon zaman dulu.

Sudut Kampoeng Heritage Kajoetangan
Tak hanya itu, awak media juga menjajal selfie di Galeri Musik. Disitu tampak peralatan musik yang masih berfungsi dengan sederet jenis alat musik, seperti guitar, drumb, piano dan perlengkapan musik lainnya. Galery musik itu milik Alm Soewi Sosilo yang pemusik era 1950 – 2005.

Dari kejauhan tampak tiga dara berusia kisaran 22 – 24 tahun. Mereka tampak selfi disetiap sudut Kampoeng Kajoetangan. Mereka tampak riang. Senda gurau diantara ketiga gadis setiap usai pose diheritage kajoetangan.

Tempatnya bagus untuk berfoto. Rumahnya masih bergaya arsitektur Belanda dengan atap pelana dan atap perisai. Gak cuma itu, di sekitar rumah juga terdapat tembok-tembok yang telah disulap jadi spot foto selfie dengan mural,” ucap Eki yang kala itu bersama Lila Indah sari Asli Tumpang Malang.

Poetri yang karyawan Koperasi di Malang itu  mengakui keindahan Kampoeng Kajoetangan. Ia bersama dua rekan kerjanya sengaja berkunjung ke Kampoeng tersebut untuk memastikan apa yang selama ini dia dengar.

Salah satu sudut destinasi wisata di Kampoeng Heritage
Wah, memang betul – betul bagus Mas. Warga sini pada ramah dan spot fotonya semua oke,” tutur dara  asli Malang tersebut.

Oleh karena itu, ia berharap agar Kampoeng Kajoetangan semakin dipercantik lagi. Gadis alumni STIEKEN Jaya Negara  itupun merasa puas bisa berwisata dengan biaya murah namun sangat menakjubkan.

“Semoga Kampoeng Heritage Kajoetangan semakin banyak dikunjungi wisatawan,” pungkasnya.(*)