Ingin Hasil Renstra Tepat Sasaran, DLH Kota Malang Gandeng KLHK RI Terkait Penyusunan Renstra

PROKOTA MALANG – Terkait Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sengaja menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Hal ini sengaja dilakukan DLH Kota Malang agar renstra yang dirancang tepat sasaran dan sesuai dengan target. Kegiatan ini berlangsung sejak 2 -4 November 2018 di Jambuluwuk Convention Hall & Resort Kota Batu, Jawa Timur.

Biro Perencanaan dan Program Pentingnya KLHK Agus Rusli mengatakan renstra itu sangat penting terlebih untuk pembangunan berkelanjutan. “Renatra dibuat setiap lima tahun itu harus berkesinambungan supaya kelihatan hasilnya. Karena memang target Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN ) adalah pembangunan hijau, dan ini harus berlanjut,” ujar Agus kepada awak media.

Oleh karena itu, kata Agus pemerintah menekankan pembangunan hijau ini dengan memasukkan nilai lingkungan tehadap pembangunan. Akan tetapi masih jadi tantangan berat, sebab masih ada kepentingan yang sifatnya jangka pendek dan mengkaitkan dengan hal-hal lainnya.
Ruang terbuka hijau sangat dibutuhkan itu presentasenya adala 30 persen dalam satu kawasan.

Tujuannya tidak lain agar bisa memberikan oksigen dan mengatur iklim lokal. “Secara rasional akan berkontribusi memberi sumber oksigen tidak hanya Indonesia tapi dunia,” kata Agus.

Apalagi kalau mengingat target dunia meredam kenaikan suhu tidak lebih dari 2 derajat celcius.

Karena itu Pembangunan hijau masih menjadi target RPJMN. Di balik tantangan yang besar jumlah penduduk yang bertambah banyak.

Bahkan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan yang memperhatikan kapasitas lingkungan maka perencanaan pembangunan harus didasarkan pada pembangunan yang berkelanjutan.

Contoh penting dilakukan baik terintegrasi dalam penyusunan rencana pembangunan maupun sebagai evaluasi dalam pembangunan.

Salah satu penyebab masalah lingkungan hidup itu adalah populasi kependudukan yang padat, kerusakan lingkuangan hidup, dan kebijakan.
“ Melihat Kota Malang terus bertambah penduduknya sedangkan ruang hijau semakin berkurang. Karena itu ini akan berpengaruh kepada oksigen,” ucap Agus.

Oleh karena itu, tambah Agus beragam inovasi yang bisa dilakukan untuk Kota Malang ke depan yakni tata guna lahan melui optimalisasi pengelolaan kawasan lindung yang terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan. Lalu kualitas air, pelestarian aur untuk keberlanjutan ekologi.
“ Kualitas udara, optimalisasi pengawasan dan pengendalian terhadap sumber pencemaran guna menjaga kualitas udara,” beber dia.

Kemudian tentang perkotaan, lanjut Agus optimalisasi sistem pengelolaan persampahan secara terpadu berbasis peran serta masyarakat. Hingga isu-isu pembangunan berkelanjuta di Kota Malang seperti pelestarian lingkungan hidup.
Lainnya isu kerusakan lingkungan, perubahan iklim, kebutuhan energi dan sebagainya. (*)