HMI Cabang Malang Soroti Represifnya Aparat Kepolisian Polda Bengkulu

PROKOTA MALANG – Lagi, massa yang tergabung di HMI Cabang Malang turun aksi. Kali ini aksi mereka diwarnai kericuhan saat unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur Jumat (21/9/2018).

Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas atas perlakukan represif terhadap rekannya oleh aparat kepolisian di Bengkulu, Selasa (18/9/2018) lalu.

Sekitar 200 massa HMI mulai mendatangi Gedung DPRD Kota Malang. Mereka mengepung gedung dewan usai longmarch.

Sambil membakar ban di halaman Gedung DPRD Kota Malang, massa aksi melakukan orasi secara bergiliran.

Massa kemudian menyatukan barisan untuk merangsek masuk ke dalam gedung dewan. Maklum mereka ingin bertemu dengan anggota DPRD Kota Malang.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan petugas keamanan yang berlaga di pintu gerbang sebelah kiri Gedung DPRD Kota Malang.

Tak lama, beberapa anggota dewan menemui pengunjuk rasa.

Hanya saja masa tetap tidak puas karena hanya sekitar enam orang saja yang menemui mereka. Massa kemudian memaksa masuk ke dalam gedung DPRD dengan melompat pagar.

Pada saat itu juga sempat terjadi cek cok antara petugas dengan pengunjuk rasa. Akan tetapi massa berhasil masuk kedalam gedung. Perwakilan mereka akhirnya bisa beraudensi dengan wakil rakyat.

Ketua Umum HMI Cabang Malang Sutriyadi menegaskan aksi ini sebagai bentuk solidaritas kepada kawan mereka yang berada di Bengkulu dan mengalami tindak represif dari kepolisian. “Ketika aparat sudah represif sama dengan demokrasi sudah dicederai,” ucapnya di sela-sela aksi.

Melihat realita itu, HMI tergerak aksi dan menuntut agar Kapolda Bengkulu dicopot.
Selain itu, massa HMI juga mengkritisi kondisi perekonomian bangsa yang sedang tidak baik yang berujung pada melemahnya rupiah.

HMI juga menuntut agar pemerintah bisa mengambil langkah. Misalnya dengan mengurangi impor. (*)