Hari Ketiga KPK Geledah Lima Kantor OPD, Di Dinas Pertanian Penyidik KPK Amankan Tujuh Dokumen Proyek Fisik

PROKOTA MALANG – Memasuki hari ketiga, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011 Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Rabu (10/10/2018) tim penyidik dari lembaga anti rasuah itu giliran melakukan penggeledahan di lima kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Lima OPD antara lain Dispora, Dinsos, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Pelayanan Pajak Daerah (Bapenda), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM), Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP).

Saat menggeledah kantor DPUBM, tim penyidik KPK berhasil mengamankan dokumen dan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga menjabat sebagai Kasubag Keuangan dan Aset DPUBM. “Untuk ASN DPUBM yang dibawa kayaknya bernama Siti. Dia (Siti) bendahara kami,” kata salah satu pegawai di DPUBM.

Sementara di kantor DTPHP Kabupaten Malang, tim Tim penyidik yang berjumlah 6 orang tersebut membawa sebanyak tujuh berkas dokumen yang berkaitan dengan proyek.

Kejutuh berkas dokumen yang dibawa penyidik tersebut merupakan dokumen dari tahun 2012-2017. “Hanya dokumen pekerjaan fisik mulai 2012 sampai 2017. Penyidik KPK minta diprint-kan termasuk rekapnya. Jalan usaha tani yang melaksanakan cv ini nilainya sekian. Nilai kontraknya sekian dilaksanakan tanggal sekian sampai sekian,” ucap sekretaris Dinas Pertanian Aminuddin kepada awak media.

Di kantor DTPHP tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di seluruh ruangan kantor. Tidak satupun ruangan yang terlewati.

Sedangkan di Dispora tim penyidik KPK menggunakan Mobil Innova warna hitam plat L dan Hiace putih setia mengantar para anggota KPK. Mereka dikawal seorang polisi berseragam lengkap dan bersenjata.

Berdasarkan pantauan PROKOTA.com tim KPK enam orang anggota KPK juga tampak mendatangi kantor Dispora yang berada di area kompleks Stadion Kanjuruhan.

Personel KPK semuanya mengenakan penutup wajah itu. Sekitar pukul 16:05 WIB di lokasi, para personel tampak keluar dan masuk beberapa kali.

Adzan magrib pun tiba, para ASN terlihat keluar ruangan menuju tempat ibadah.

Kadispora Kabupaten Malang Fathoni tampak kelihatan terburu buru saat ditanya awak media. “Sek yo (nanti ya) mas saya mau ke sana,” ucap Fathoni sambil menunjuk salah satu ruangan di kantornya.

Usai salat Magrib, rombongan KPK pun datang kembali. Terlihat rombongan tim membawa koper warna hitam dengan ukuran agak kecil. Koper warna merah dengan ukuran yang lebih besar juga dibawa masuk mobil.

Apa isi koper yang dibawa penyidik KPK masih misteri. Penyidik KPK pun akhirnya bergeser ke ruangan yang ditunjuk Fathoni. “Mas media mohon maaf tunggu di bawah saja ya,” tutur salah seorang penyidik KPK berbaju biru yang juga mengenakan masker.

Hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari KPK terkait apa yang digeledah KPK dari kelima kantor OPD. (*)