GRPP-FMPP bersama Wali Murid Korban Penahanan Ijasah Berencana Gelar Aksi Demo

PROKOTA, MALANG – Buntut tidak adanya penyelesaian kasus penahanan ijasah yang dilakukan mantan kasek SMPN 4 Kepanjen membuat gerah wali murid. Dibawah komando Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan Gerakan Rakyat Peduli Pendidikan (GRPP) Kabupaten Malang berencana menggelar aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di Kepanjen.

Rencana ini terlihat ketika perwakilan FMPP dan GRPP sudah melayangkan surat izin untuk menggelar aksi ke Polres Malang. “Iya hari ini suratnya sudah kami layangkan ke Polres Malang dan diterima Kasat Intel,” ujar Ketua FMPP, Asep Suryaman kepada PROKOTA, seusai mengantar surat di Polres Malang Jumat (9/3/2018).

Aksi demo ini akan digelar pada 13 Maret mendatang. Karena aturan di kepolisian surat pemberitahuan tujuh hari sebelum pelaksanaan. “Tapi aksi kita aksi damai,” kata Asep.

Koordinator GRPP, Herman Tri menambahkan aksi turun jalan ini untuk mengingatkan kepada para pengambil kebijakan agar kasus penahanan ijasah ini segera ditindak.

Terlebih lagi dalam konteks ini, kadiknas M. Hidayat terkesan cuek dan tidak ada niatan untuk menyelesaikan kasus penahanan ijasah. Buktinya sampai hari ini tidak ada langkah konkrit untuk menyelesaikan kasus penahanan ijasah. “Kami ingin ada sanksi tegas. Sikap kepala sekolah Rahmad yang menahan ijasah ini kalau dibiarkan kami takut merembet ke sekolah lainnya. Karena tidak menutup kemungkinan kasus ini terjadi di sekolah lain hanya karena orientasinya uang,” ucap pria yang juga pengamat pasar tradisional di Kabupaten Malang ini. (*)