FMPP : Dugaan Ada Permainan Dibalik Kembalinya Suburyanto Jadi Kasek SMPN 4 Kepanjen

PROKOTA, MALANG – Konflik internal yang terjadi di SMPN 4 Kepanjen mengundang keprihatinan Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten Malang. Apalagi persoalan ini muncul menjelang UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Ketua FMPP Kabupaten Malang, Asep Suryaman menduga ada yang tak beres dengan dikembalikannya Suburyanto sebagai Kepala SMPN 4 Kepanjen.

Karena tidak biasanya ada seorang kepala sekolah yang dikembalikan ke sekolah asal dalam waktu yang dekat.

Terlebih lagi ada informasi Suburyanto meminjam uang Rp 30 juta kepada pihak Komite Sekolah yang kabarnya akan diberikan kepada seseorang sebagai tali asih telah mengembalikan jabatannya dari SMPN 1 Pakisaji ke SMPN 4 Kepanjen. Tapi, komite sekolah yang dikomandaoi Sugijanto Basuki tidak bersedia memberikan uang tersebut lantaran belum ada izin dari wali murid dan pengurus komite lainnya. “Kalau tidak ada kepentingan, kami rasa tidak mungkin dikembalikan,”ujar Asep kepada PROKOTA. COM.

Tak hanya itu, Asep juga menduga ada permainan terkait proses pembangunan dua ruang sekolah di SMPN 4 Kepanjen. Karena biasanya pembangunan sekolah rata rata didanai oleh APBD, namun di SMPN 4 Kepanjen,justru kepala sekolah Suburyanto berani memberikan dana talangan yang nilainya cukup fantastis Rp 600 juta.

Berdasarkan data ini, kata Asep sangat wajar apabila terjadi konfrontasi antara kepala sekolah dengan komite sekolah yang baru. Karena komite sekolah periode 2017-2020 ini tidak tahu asal usul terkait pembangunan dua ruang kelas yang sudah menggunakan dana pribadi Suburyanto.

Untuk itu, lanjut Asep, pihaknya meminta semua stakeholder khususnya diknas dan komisi II untuk segera menyelesaikan problem ini. Mengingat siswa kelas III saat ini tengah fokus menghadapi UNBK. “Kami juga akan telusuri kasus ini,” tandas pria yang juga Direktur SETARA (Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak) ini. (Red)