Fantastis, KOREM 083 Malang Ikut Pecahkan Rekor MURI Tari Gemu Fa Mi Re

PROKOTA MALANG – Jajaran KOREM Baladika Jaya 083 Malang ikut berhasil menyumbangkan peserta dalam pemecahan rekor MURI tari Gemu Fa Mi Re yang digelar serentak nasional Selasa (4/9/2018).

Acara yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke 73 dan diinisiasi oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP untuk wilayah KOREM 083 di tiga sub yakni sub Malang Raya, Jember dan Situbondo dengan melibatkan 11.500 penari.

Detailnya untuk sub Malang Raya terdiri 5.400 orang, Sub Jember sebanyak 4.000 dan Sub Situbondo sebanyak 2.500 orang. Peserta tari Gemu Fa Mi Re ini sendiri melibatkan TNI, Polri, Dharma Pertiwi dan pelajar.

Untuk Sub Malang raya dipusatkan di Lapangan Rampal. Dalam acara itu dihadiri Kasdif 2 Kostrad Brigjend Hariyanto, Danlanud Abd Saleh Marsekal Pertama TNI Pnb Andi Wijaya, Danrem 083 Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo,  Danrindam V Brawijaya Kolonel Inf Dendi Suryadi, Danlanal Malang Kolonel Laut Nanang, Dandim Malang 0833 Letkol Inf Nurul Yakin, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol INF Ferry Muzawwad, Danpom Letkol CPM Dwi Indra Wirawan, Danpaskhas Letkol Pas M. Munir, Plt Wali Kota Malang H. Sutiaji, Bupati Malang DR H. Rendra Kresna serta perwakilan pengusaha Vebry Wiranta dan Yusron Virmanza.

Tampak dalam acara itu, semua pejabat dan bawahannya menyatu dalam irama tarian Gemu Fa Mi Re. Situasi menandakan tak ada sekat antara pejabat dengan rakyat dan sekaligus sebagai bentuk persatuan dan kesatuan dalam rangka memeriahkan HUT RI dan HUT TNI ke 73.

Dalam kesempatan itu, Danrem 083 Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo mengatakan acara ini sebagai bentuk melestarikan budaya leluhur. Terlebih lagi tarian Gemu Fa Mi Re berasal dari Indonesia Timur sehingga tarian ini harus dilestarikan di bumi nusantara.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga sebagai bentuk silahturahmi antara semua elemen. Baik TNI, Polri, Pejabat di daerah dengan rakyatnya. “Lewat silahturahmi akan terwujud persatuan dan kesatuan yang kuat demi mengamankan NKRI,” tandas Bagus Suryadi Tayo. (*)