Empat Hari Kayutangan Ditutup, 75 Pedagang – Jukir Pujasera Wadul DPRD Tuntut Kompensasi

MALANG PROKOTA.Com – Wakil rakyat Arif asal FPKB Wahyudi danLock Mahfud, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, coba menampung keluhan warga pedagang di area Pujasera dan jukir Kayutangan

Mereka memaklumi jika masyarakat mengeluh. Karena, area Kayutangan adalah tempat mata pencaharian mereka.

“Merasa terdampak, warga mengusulkan akses ke Kayutangan dibuka saja. Karena memang ada putar baliknya di beberapa titik. Bagi saya itu usulan yang brilian,” jelasnya.

Ia memaklumi usulan warga soal kompensasi. Karena, para pelaku usaha kecil di Kayutangan memang butuh.

“Tuntutan yang mereka wajar. Mereka kehilangan mata pencaharian. Kami usulkan diambil dari dana apa. Itu akan dibahas nanti. Saya yakin ada. Entah itu dana tanggap darurat, atau anggaran lainnya,” jelasnya.

Arif, politisi asal FPKB itu berharap Pemkot Malang bisa menindaklanjuti usulan warga Kayutangan.

“Jangan sampai niatan baik program ini menyengsarakan masyarakat,” beber dia.

Dikeluhkan oleh pedagang di area pujasera , bahwa penutupan Kayutangan. Selain akses terbatas, mata pencaharian mereka ikut tertutup. Dari situ mereka meminta kompensasi.

“Selama ini jalan masih ditutup. Akses terbatas. Penghasilan kita berkurang. Semoga dapat kompensasi. Entah itu dari proyek atau penghasilan daerah,” ujar Sukrul Amin, Pengelola Pujasera dan PKL Kayutangan, di Pujasera Kayutangan, Sabtu (14/11).

Amin kasihan dengan para pedagang kaki lima. Mereka terdampak penutupan Kayutangan.

“Kita inginnya teman-teman mendapat kompensasi. PKL ini kasihan. Punya tanggung jawab keluarga dan harus membayar angsuran,” pungkasnya berharap.(dr/ys)