DLH Tingkatkan Pengawasan Kebersihan Sungai dan Genjot Daur Ulang Sampah Plastik Hingga Popok

MALANG PROKOTA.com  – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang  Jawa Timur melarang masyarakat setempat membuang sampah popok dan pembalut wanita ke sungai karena dapat mencemari lingkungan.

Hal ini diungkapkan Ir Diah Ayu Kusumadewi, MT. Plt Kepala DLH Kota Malang   Rabu 25/9 usai dampingi Walikota Malang Sutiaji usai Rakor pengelolaan sampah TPA lima tahun kedepan itu  mengatakan popok dan pembalut yang dibuang di aliran sungai sangat berbahaya. Tidak hanya mempengaruhi kualitas air sungai, ikan yang hidup di dalamnya juga ikut terpapar.

Jika keadaannya telah parah, katanya, ikan yang tercemar tersebut paparan sampahnya dapat masuk ke tubuh manusia yang memakannya. Hal tersebut dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker.

“Dampaknya memang tidak langsung. Bisa saja akan muncul pada 10-20 tahun yang akan datang. Plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai,” paparnya.

Selain di sungai, sampah popok dan pembalut wanita juga menjadi masalah tersendiri saat dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Supit Urang.
“Kami sering menemukan sampah popok dan pembalut dibuang begitu saja tanpa dibersihkan ataupun dikumpulkan dalam satu kantong,” katanya.

Selain menjijikkan, kata dia, sampah tersebut juga sulit dikelola. Untuk itu, pihaknya meminta warga Kota Madiun agar membuang sampah popok dan pembalut dengan benar.

Cara yang benar itu, kata dia, yakni dengan mengumpulkan menjadi satu dalam kantong tersendiri. Lebih baik lagi jika sampah-sampah tersebut telah dibersihkan.

Ia menambahkan, sampah popok dan pembalut tergolong dalam sampah plastik. Sesuai data, jumlah sampah warga Kota Malang  yang masuk ke TPA setempat telah mencapai 600 ton lebih setiap harinya.

Dari jumlah tersebut, katanya, sebagian besar merupakan sampah plastik. Sampah-sampah tersebut terbanyak berasal dari masyarakat dan lingkungan sekitar TPA. Selain itu juga sampah yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Kota Malang.

Guna mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, terlebih sampah plastik, pihaknya meminta warga melakuan pengelolaan yang benar terhadap sampah rumah tangganya. Yakni dengan memilah antara sampah organik dengan anorganik atau plastik dengan program 3R.

Pihaknya juga melibatkan tenaga pengelolaan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada di tiap kelurahan dan TPA sendiri.

Dengan pengelolaan sampah yang baik, diharapkan daya tampung TPA Supit Urang  di Kota Malang yang saat ini telah terpakai 90 persen dari kapasitasnya yang ada dapat ditambah, atau gandeng negeri Belanda untuk lakukan penghancuran sampah dengan Bio Tehnologi.

“untuk daur ulang sampah plastik sudah berjalan 3 tahun dan karyanya sudah bisa dibeli diBSM sukun  atau kantor TPA Supit ulang bisa di  puluhan TPS dan  rumah PKD yang ada. sedang untuk  daur ulang popok bayi  dijadikan pot bunga dan asbak, itu dilakukan di TPS dan rumah PKD  mbunul kecamatan Blimbing , dan kita harapkan berkembang hingga ke 4 kecamatan lainnya ,” harap Diah yang juga asisten II Sekota itu nyakin.

Sementara itu sekretaris DLH Kota Malang dra. Lilis Furqoniah Hayati MM yang baru pulang dari Expo dan pamer program inovasi Proklim diSumut ahad lalu menambahkan kalau program DLH tentang daur ulang sampah plastik sudah berjalan lama, “hasil daur ulang bukan hanya berupa tas asesori tapi juga berbentuk busana pesta yang jadi busana wajod untuk fashion ramah lingkungan seperti even tahunan MCF yang digelar di sepamjang jalan ijen, makanya saay expo di Sumut langsung jadi percontohan untuk Sumut soal pengolahan sampah dan daur ulang sampah plastik , “tuturnya bangga.

Saat disinggung soal pengolahanspah plastik selama ini di jajaran DLH untuk kurangi spah plastik sebelum di bawa ke TPA lanjut wanita ramah ini menjelaskan bahwa bisa dimulai dari Pemilahan Sampah di TPS2″. terus sampah dipilah lagi di Rumah PKD2 (Pemilahan Kompos Daur Ulang) PDU (Pusat Daur Ulang)dan pengolahan dari ITF/TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di TPA Supit Urang. untuk pengolahan danpemilahan sampah masyarakat kota Malang bisa di Bank Sampah Malang Sukun yg memiliki ribuan unit BSM tersebar di kota Malang, disana bukti kalau sampah itu bisa jadi uang dan memberi peluang kerja untuk masyarakat di kota Malang,”pungkasnya optimis.(*)