DLH Menargetkan 2020 Mampuh Mereduksi Sampah Hingga berkurang 200 ton . Warga Diminta Lakukan 3R

MALANG PROKOTA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup menargetkan mampu mereduksi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Supiturang bisa mencapai 200 ton per hari.

Hal itu diungkap Wali Kota Malang Sutiaji di Malang, Jumat 29/11 mengemukakan saat ini produksi sampah domestik maupun industri di Kota Malang rata-rata mencapai lebih dari 500 ton per hari.

“Mendatang harus bisa kita kurangi dengan berbagai cara, paling tidak bisa turun menjadi 300 atau 400 ton per hari,” diakuinya sering tak bisa tidur memikirkan sampah.

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini TPA Supiturang yang memiliki luas sekitar 25 hektare itu kian menyempit karena tumpukan sampah yang kian hari kian bertambah volumenya, sementara Pemkot Malang kesulitan mencari lahan baru sebagai lahan pengelolaan sampah.

Terkait itu, Walikota mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pedoman 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna meminimalisasi sampah terutama di lingkungan warga dan di tempat pembuangan sementara (TPS).

“Upaya 3R ini akan kita coba terapkan sambil edukasi ke masyarakat, mulai dari rumah agar di TPA Supiturang ini tidak over. Paling tidak dari 500 ton per hari menjadi 300-400 ton,” tegasnya.

Sutiaji mengemukakan bagaimana pengelolaan sampah yang sudah dimulai dengan memilah sampah dan diolah di Bank Sampah Malang (BSM) ini bisa semakin maksimal agar mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Supiturang, bahkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, bukan menjadi sesuatu yang menakutkan.

Petlu diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagian sampah organik di BSM diolah menjadi pupuk kompos dengan rata-rata sampah yang diolah mencapai 35 ton per hari.

Hanya saja, sampah anorganik seperti plastik masih menjadi persoalan tersendiri dan cukup serius, bahkan menurut Sutiaji, TPA Supiturang sudah mengalami darurat sampah plastik.

“Insyaallah bantuan pemerintah dengan hi ahkan mesin pencacah plastik segera terwujud dan bisa menjawab nasalah darurat sampah plastik” tandasnta berharap.(*)