DLH – Dinkes Gandeng forum Kota Sehat Sabet Supremasi Sanitasi Total Berbasis Lingkungan dari KemenKLHK

MALANG PROKOTA.com – Bertabur prestasi sambut berganti tahun bagi jajaran Dinas Lingkungan Hidup berpanglu tangan ,justru makin besemangat untuk mewujudkan Kota Sehat menuju Ligkungan yang lebih bermartabat.

Hal ini terbukti dengan prestasi dalam supremasi lingkungan hidup terus didulang dengan penghargaan, tapi juga bermunculnya kampung kampung bersinar hingga pinggiran kota sudah nampak ijo royo royo, “kampung Bersinar Rw 07 kelurahan Tlogomas berhasil meraih predikat Kampung Proklim tingkat nasional.G3 atau Glintung Go Green berhasil go Internasional bahkan penggagasnya Bambang Irianto dapat kalpataru tingkat pembina, untuksekolahnya SMPN 10 berhasil sabet gelar Asean Ecoshcool di Kamboja, semoga tahun 2020 mendatang makin bertambah prestasi nasional maupun Internasional, dibidang Lingkungan Hidup “papar kepala DLH kota Malang dra. Rinawati MM optimis.

Terpisah Samsul Arif Wakil ketua Forum Kota Sehat mengaku siap mengawal kota sehat maupun lingkungan hidup mulai tingkat bawah hingga kelurahan dan kecamatan untuk menuju Malang Kota Sehat dan Lingkungan Bersih sampah plastik tahun 2025,

“insha allah kerjasama Forum kota Sehat bersama Dinas kesehatan maupun Dinas Lingkungan Hidup bersinergi untuk meraihnya yang terbaik supremasi dibidang Lingkungan Hidup dan Kota sehat, “papar mantan ketua LPMK klojen itu berharap.

Perlu diketahui bahwa Kota Malang ahad awal kemarin benar benar bertabur prestasi. Bukan hanya prestasi Lingkungan dari mentri KLHK RI, tapi juga penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diraih oleh Kota Malang pada acara peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Se Dunia ke 9, yang digelar di gedung Profesor Suyudi Kementerian Kesehatan RI,  Jakarta awal bulan november 2019.

Anugerah Lingkungan Kesehatan tersebut diserahkan langsung Menteri Kesehatan RI,  Nila Djuwita F. Moeloek kepada Walikota Malang, Sutiaji. Yang membanggakan, petugas kesehatan (sanitarian,  red.) kota Malang juga meraih awarding. Apresiasi kementerian kesehatan diberikan kepada Anita Reski D., Amd. Ling dari Puskesmas Polowijen, Kecamatan Blimbing, kota Malang.

“bukti ini menunjukkan bahwa partisipasi warga masyarakat kota Malang akan kebersihan lingkungan sangatlah tinggi. Maka penghargaan yang saya terima ini, saya persembahkan untuk warga kota Malang,  “ujar Walikota Malang, Sutiaji.

Lanjut Walikota lebih jauh kalau program pembangunan yang berangkat dari bawah (bottom up) dan berbasis masyarakat, cenderung lebih sustainable (berkelanjutan) dan awet dibandingkan program program yang top down.

“ kota Malang,  cukup teruji, terukur dan terbukti akan pembangunan berbasis (terlahir)  dari masyarakat,  seperti yang terpotret pada kampung warna warni,  kampung glintung go green,  kampung budaya polowijen dan yang lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Menkes RI,  Nila DF. Moeloek,  menegaskan bahwa derajat kesehatan itu faktornya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku.

“Komposisi derajat kesehatan itu 30 persen karena faktor perilaku,  40 persen faktor lingkungan (sanitasi dan air bersih), 20 persen dari pelayanan kesehatan dan 10 persen faktor genetika. Oleh karenanya, strategi kemenkes adalah menumbuhkembangkan secara masif germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Yang itu artinya menyentuh kebiasaan dan perilaku, “pungkas Menkes, Nila Moeloek.(*)