Dispora dan KONI Kabupaten Malang Berebut Penyaluran Anggaran Dana Cabor pada 2019. Ada Apa?

PROKOTA MALANG – Dispora Kabupaten Malang dan KONI Kabupaten Malang berebut anggaran pengelolaan cabang olahraga pada 2019 mendatang. Ini terlihat dengan rencana Pemkab Malang mengalihkan anggaran dana hibah yang awalnya disalurkan KONI Kabupaten Malang ke Dispora Kabupaten Malang pada 2019.

Rencana itu disampaikan secara langsung oleh Dispora dengan mengundang semua penngurus cabang olahraga dibawah naungan KONI Kabupaten Malang di Hall Lantai 1 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Kabupaten Malang Jawa Timur Selasa (7/8/2018).

Ada dugaan pengelolaan dana cabor senilai Rp 9,8 Miliar yang dilakukan KONI Kabupaten Malang pada 2017 tidak transparan dan adanya keganjilan serta adanya diskriminasi dalam pembagian anggaran dana KONI ke cabor sehingga pengelolaan dana cabor harus dialihkan ke Dispora. Mengingat ada laporan ke Bupati Malang dari 9,8 Miliar tersebut ada cabor yang hanya menerima Rp 2,5 juta saja.

Hal itu mendasari adanya rencana pengalihan anggaran dari KONI Kabupaten Malang ke Dispora. Lantas apa yang sebenarnya terjadi sehingga kebijakan pengalihan anggaran cabor harus dilakukan ke Dispora. Ada apa?

Bahkan dalam pertemuan tersebut, Dispora juga meminta kepada semua pengurus cabor untuk mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk diajukan di APBD 2019.

Disinggung soal pengalihan anggaran itu apakah ada kaitannya dengan SPJ 2017, Kadispora Kabupaten Malang Choirul Fathoni membantah.

Fathoni menegaskan pengalihan mekanisme penyaluran anggaran cabor dari KONI ke Dispora atas perintah Bupati Malang Rendra Kresna. Tujuannya untuk efesiensi serta sinergitas antara cabor dengan prestasi serta meningkatkan keaktifan olahraga di Kabupaten Malang.

Mulai 2019, kata Fathoni ulai dilakukan pengalihan anggaran cabor. Akan tetapi tetap melibatkan KONI sebagai lembaga pengawas dan memberi rekomendasi. “Jadi murni pertimbangan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dana olahraga. Supaya kedepan semakin baik prestasi olahraga Kabupaten Malang,” kata dia.

Ketua Harian KONI Kabupaten Malang Imam Zuhdi berpendapat KONI belum di ajak bicara soal pengalihan anggaran serta undangan yg di lakukan oleh dispora hari ini.

Imam Zuhdi berbeda pandangan dengan dispora soal pengalihan anggaran ke cabor.

Nampak dengan jelas, Imam Zuhdi keberatan jika dana hibah tersebut dialihkan lewat Dispora. “Ini semua perlu adanya koordinasi antara KONI dengan Dispora,” ucap Imam Zuhdi.

Sekretaris Dispora, Abdul Haris menambahkan pengalihan ini atas perintah Bupati Malang untuk melakukan formulasi terhadap pengelolaan anggaran olahraga. “Mau tidak mau ini harus dilakukan demi keberlangsungan olahraga Kabupaten Malang kedepannya,” kata pria yang juga sebagai ketua Panpel Arema ini.

Haris menegaskan dengan pengalihan ini dituntut untuk transparansi sehingga Dispora nantinya akan melakukan bimbingan dalam membuat SPJ nya. (*)