Diperiksa KPK, Sutiaji Beberkan Fakta Fakta ini

PROKOTA- Proses pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Wakil Wali Kota Malang Sutiaji di Jakarta, Rabu (14/2/2018) menyajikan banyak fakta. Sebab dalam pemeriksaan tersebut, KPK ingin mendapatkan tersangka baru.

Seperti diketahui, KPK udah menetapkan Arief Wicaksono selaku Ketua DPRD Kota Malang dan mantan kepala dinas PU Kota Malang, Djarot Edy Sulistyono terkait kasus dugaan suap APBD.

Sutiaji mengatakan sesuai Undang-Undang 32 Tahun 2004 tugas dan kewenangan Wakil Wali Kota hanya berkaitan dengan hal-hal yang terkait dengan kemiskinan, pemberdayaan perempuan serta urusan kepemudaan. Sedangkan berkaitan dengan anggaran menjadi otoritas wali kota H. Moch Anton. ”Yang namanya anggaran, wakil wali kota tidak punya wewenang atau otoritas untuk tanda tangan dalam klausul nota kesepahaman antara DPRD dengan wali kota. Wakil wali kota hanya sebatas paraf,” ujar dia. ”Kecuali kalau wali kota sedang ada di luar kota atau dalam masa cuti maka kekuasaan bisa saja berada di tangan wakil wakil kota,” papar Sutiaji.

Namun, kepada awak media, Sutiaji mengungkapkan dirinya tidak mengetahui secara pasti apakah kesaksiannya untuk Arief Wicaksono, Djarot atau untuk pihak lain.

Dalam pemeriksaan tersebut, Sutiaji mengaku ditanyai penyidik KPK seputar perkenalannya dengan anggota DPRD Kota Malang, pihak swasta maupun salah satu pejabat Pemkot yang namanya beberapa kali disebut oleh penyidik KPK. Hanya saja, Sutiaji tidak menyebut nama pejabat yang dimaksud penyidik KPK.

Sutiaji menegaskan dalam pemeriksaan tidak semua anggota dewan atau ketua fraksi di DPRD Kota Malang disebut dalam pemeriksaan tersebut. ”Saya harap proses hukum berjalan dengan baik sehingga masyarakat kita tidak abu-abu dalam memandang kasus ini,” pintanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, lanjutnya, dirinya tidak mengetahui pasti berapa jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik. Ia hanya ingat bahwa berkas pemeriksaan ada sembilan halaman. (red)