DINDIK Gandeng DLH Antar 13 SD-SMP Raih Adiwiyata Terbanyak Prop Jatim

MALANG PROKOTA.com – Organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang meraih penghargaan Anugerah Adinata Mandrakanta dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Kota Malang, Selasa (13/8).

Ketiga OPD tersebut adalah Sekretariat Daerah yang meraih peringkat ketiga, Dinas Perdagangan peraih peringkat kedua, dan Dinas Perhubungan Kota Malang peraih peringkat pertama.

Dalam sambutannya Wali Kota Malang Sutiaji sekaligus penyerahan Penghargaan Anugerah Adinata Mandrakanta tersebut di Balai Kota Malang, Selasa, mengemukakan anugerah ini merupakan prestasi yang harus ditingkatkan dan dipertahankan oleh OPD.

Diharapkan OPD yang mendapat anugerah tetap mempertahankan prestasinya agar OPD yang lain dapat termotivasi untuk bisa berprestasi dan mendapatkan penghargaan tersebut. “Penghargaan ini untuk memacu dan memicu agar OPD bekerja sesuai target dan terus memberi layanan yang terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain ketiga OPD tersebut yang mendapatkan Penghargaan Anugerah Adinata Mandrakanta, pada kesempatan itu, Kota Malang juga mendapatkan penghargaan Adiwiyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan RB tahun 2019.

Menurut Sutiaji, inovasi Brexit yang dimiliki oleh Kota Malang berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Nasional dengan menyisihkan 3.156 proposal inovasi se-Indonesia. Brexit adalah Braille E-Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities yang diterapkan di Puskesmas Janti.

Sutiaji menilai inovasi Brexit telah memberikan banyak kemudahan kepada pasien berkebutuhan khusus di Puskesmas, seperti dengan menyediakan obat dengan menggunakan huruf braile.

Hal inilah yang memudahkan pasien disabilitas, utamanya tunanetra saat akan mengkonsumsi obat yang dianjurkan dokter.

Saat ini sudah ada tiga daerah yang menjadikan inovasi Brexit sebagai percontohan di antaranya adalah Bandung, Jawa Tengah, dan Bali.

“Brexit ini menjadi salah satu inovasi dari Kota Malang yang sudah banyak dilirik dunia kesehatan. Oleh karena itu, pelayanan harus lebih ditingkatkan agar dapat mencapai puncak prestasi melalui top 45 inovasi nasional,” kata Sutiaji.

Pada kesempatan itu, Sutiaji meminta seluruh penerima penghargaan untuk mempertahankan terus prestasi yang telah diraih. “Mudah-mudahan ini akan menjadi kekuatan kita. Sekali lagi saya ucapkan ribuan terimakasih,” katanya.

Sutiaji juga menekankan bahwa semua penghargaan yang diperoleh menunjukkan bahwa Kota Malang menjadi kota yang berbasis ramah lingkungan. Karena itu, perlu pengupayaan terus menerus untuk meningkatkan kinerja dalam segala bidang untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik.

“Ayo berinovasi terus karena daerah-daerah lain juga berlomba lomba untuk melakukan perbaikan. Inovasi kita kembangkan, tatanan lama dipertahankan, dan adopsi teknologi baru yang memiliki manfaat yang lebih agar kita bisa melayani masyarakat dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubbid Pelaporan Barenlitbang Kota Malang Diana Ermandra Dewi mengatakan anugerah ini diberikan kepada OPD yang telah melaksanakan evaluasi hasil Renja Triwulan II tahun 2019 dengan baik.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan berdasarkan empat penilaian yang telah ditentukan, seperti ketepatan waktu, kesesuaian dalam pengisian formulir evaluasi kerja, nilai predikat output dan nilai predikat anggaran.

“Evaluasi hasil renja perangkat daerah ini nantinya akan terangkum dalam evaluasi hasil RKPD Kota Malang pada Triwulan II, yang nanti akan disampaikan kepada gubernur Jawa Timur melalui Bappeda,” paparnya.

Diana berharap dengan adanya penghargaan ini semoga bisa memberikan motivasi kepada para perangkat daerah yang lain untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Ke depan, ia menargetkan kriteria dalam evaluasi hasil rencana kerja bisa terus ditingkatkan, seperti menambahkan aspek kemanfaatan sebuah program kepada masyarakat.

“Kami berharap, program yang direncanakan ini bisa lebih jelas dan masyarakat bisa turut merasakannya,” pungkasnya.

Sementara ke-13 sekolah yang mendapatkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Pemprov Jatim di antaranya adalah SDN Tasikmadu 1, SDN Kebonsari 2, SDN Sukun 2, SD Muhammadiyah 4, SDN Blimbing 4, SDN Polowijen 1, SDN Sawojajar 1, SDN Sawojajar 5, SDN Tunggulwulung 1, SDN Kesatrian 2, SDN Sawojajar 4, SMP Negeri 8, dan SMP Negeri 25.(*)