Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Malang Terus Lakukan Program Grebek Jumat Bersih Sebagai Program 99 Hari Kerja dari Wali Kota

MALANG Prokota.com – Gerakan Jumat bersih Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Malang dalam menggeber program Jumat bersih sudah memasuki minggu awal dibulan Desember.Salah satu aksi bersih bersih 9 titik sungai besar di Kota Malang itu salah satunya merespon keluhkan kesadaran masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan ketika melakukan kegiatan Jumat Bersih sebagai program 99 hari kerja dari Wali Kota Malang Drs Sutiaji di kawasan wilayah aliran sungai daerah Janti, Sukun.

Bahkan banyaknya sampah yang diangkut oleh DLH saat membersihkan aliran sungai kawasan Bareng rata-rata masih berjenis plastik atau bungkus makanan.

Hal itu dikatakan Joao saat ditemui disela-sela jumat bersih tanggal 7 Des.2018 di sungai coban, wilayah RW.I Kek. Bareng kecamatan Klojen. (belakang Kantor Kel. Bareng), yang dimulai pukul 06.30 WIB, lanjut Jo sapaan akrab Kepala Bidang ( Kabid ) Pelayanan Kebersihan Joao M . G. de Carvalho yang mendampingi Agoes Edy Poetranto Kadin Lingkungan Hidup Kota Malang itu mengaku saat melakukan pembersihan , ia yang terjun langsung ke sungai juga melihat masih banyak sampah plastik.


“Lumayan kotor , untung sudah hujan jadi yang di dalam aliran sungai ini sudah hanyut. Ya masyarakat masih kurang kesadarannya . Dan di sepanjang (sungai) ini masyarakat masih membuangnya ke aliran sungai , ( padahal ) waktu bersih -bersih juga mereka tidak ikut ,”tuturnya .

Bukti keseriusan DLH terus ditunjukkan, terlihat dalam proses pembersihan aliran sungai Coban tersebut melibatkan 150 petugas kebersihan, karena ada dua lokasi dalam satu aliran, yakni di wilayah Bareng Raya dan Bareng Tengah.


“Sungainya sebenarnya sama tapi ini cukup terjal dan lumayan, tetutama disungai yang masuk kelurahan Tanjung, Untuk pasukan kami bagi dua, jadi 75 per lokasi . Kami juga membawa armada Comvactor 1 , Dumtrucknya 1 dan mini dumtrucknya 2 ,” imbuhnya.

Di sana, petugas DLH tak hanya mengambil sampah dari aliran sungai, melainkan juga memotong ranting- ranting pohon yang ada di pinggiran sungai. Selain itu , tanaman liar yang merambat juga mempengaruhi aliran sungai.
“Termasuk jika sepanjang jembatan kalau ada pemandangan kurang enak kami selesaikan sekalian , karena aliran sungai supaya lancar jalan.(*)