Bupati Malang Rendra Kresna Tunjuk Tiga Pengacara untuk Hadapi KPK

PROKOTA MALANG – Bupati Malang Rendra Kresna resmi menunjuk tiga pengacara untuk memberikan pendampingan hukum.

Langkah ini diambil Rendra karena sudah melihat dirinya ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi dana alokasi khusus (DAK) tahun 2011.

Hal ini diketahui ketika Rendra menandatangani berita acara penggeledahan di rumah dinas Pendapa Malang pada Senin lalu (8/10/2018).

Meskipun hingga sekarang ini KPK belum ada pengumuman resmi terkait nama tersangka dalam dugaan kasus gratifikasi DAK 2011. “Pak Rendra (Bupati Malang) sudah menunjuk kami sebagai penasehat hukum untuk  memberikan pendampingan hukum yang akan dihadapi,” ujar Gunadi Handoko salah satu dari tiga pengacara Bupati Rendra Kresna saat dihubungi via ponselnya Rabu (10/10/2018).

Gunadi mengaku adapun tiga penasehat yang ditunjuk mendampingi Rendra Kresna, yakni dirinya, Imam Muslich dan Sudarmadi. Dan Selasa kemarin (9/10/2018) sudah dipanggil Rendra Kresna.

Gunadi mengaku pihaknya masih menunggu proses hukum selanjutnya pasca penggeledahan di rumah dinas Bupati Rendra Kresna yang digelar KPK, Senin (8/10/2018). Karena sampai saat ini, Bupati Malang Rendra Kresna belum menerima surat pemanggilan dari penyidik KPK.

Tim kuasa hukum sendiri belum mengetahui status dari Rendra Kresna. Meski Rendra sudah mengakui sendiri terkait statusnya sebagai tersangka gratifikasi DAK tahun 2011.(*)