Bupati Malang Rendra Kresna Puji Peralatan Medis RSUD Lawang, Tahun Depan Ditingkatkan Jadi Type B

PROKOTA MALANG – Bupati Malang Rendra Kresna memuji kinerja pengelola RSUD Lawang. Maklum meski RSUD Lawang ini statusnya type A akan tetapi peralatan yang disediakan sudah memadai untuk menjadi rumah sakit type B.

Bahkan, RSUD Lawang kini dilengkapi peralatan medis CT Scan 128 Slice yang mampu mendiagnosa 128 irisan dan alat Hemodialisis. Dalam kesempatan itu, Rendra juga berkenan memantau secara langsung penggunaan peralatan baru yang ada di RSUD Lawang Jumat (13/4/2018)

Keberhasilan itu, membuat Rendra berharap tahun depan status RSUD Lawang bisa ditingkatkan menjadi type B.

Rendra mengatakan, tahun 2014 lalu status RSUD Lawang berhasil naik kelas dari Puskesmas menjadi RS type A. Hal itu bisa diwujudkan karena lokasi RSUD Lawang berada diantara Kota Malang dengan daerah lain Pasuruan dan Probolinggo yang notabene warga sakit kerapkali merujuk ke RSSA Malang.

Awalnya Rumah Sakit Lawang yang didirikan tahun 1930 pada zaman Belanda dengan nama Panti Husada dan baru tahun 1974 menjadi Puskesmas.

Khusus untuk ruang MOT, kata Rendra, peralatan ini sudah berstandar Internasional. Sehingga harus dimanfaatkan maksimal untuk melayani pasien.

Dimana instalasi yang menggunakan SIRO (Sistem Integrasi Ruang Operasi) memiliki tingkat sterilisasi bakteri sampai di bawah 10 bahkan bisa nol diharapkan bisa menjadi penyembuh pasien yang berobat di RSUD Lawang.
“Kami akan dorong RSUD Lawang tahun depan sudah bisa naik kelas menjadi RS type B. Mengingat kebutuhan masyarakat untuk layanan kesehatan RS type B di wilayah utara Kabupaten Malang cukup tinggi. Tentu harapannya bisa mengurangi ketergantugan ke RS Syaiful Anwar Malang. Terlebih lagi jalan menuju ke RSSA kerapkali macet,” ujar pria yang juga ketua DPW NasDem Jatim ini.

Sementara itu, Direktur RSUD Lawang, Mahendra Rajaya mengatakan, selain melengkapi peralatan medis, pihak RSUD Lawang juga terus melakukan peningkatan performa dan tampilan rumah sakit. Semua ini tujuannya untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi setiap pasien dan pengunjung. “Kami berharap RSUD Lawang menjadi rumah sakit tipe B ditahun 2019 nanti dengan dimilikinya peralatan medis yang lengkap ditambah dengan adanya dua orang dokter spesialis radiologi,” ucap Mehendra.

Dengan memiliki alat medis Hemodialisis, kata Mahendra penderita atau pasien gagal ginjal di wilayah Malang utara bisa melakukan cuci darah di RSUD Lawang. Meskipun sementara ini baru ada 6 mesin yang dipunyai RSUD Lawang. “Kedepannya jumlah mesinnya akan ditambah hingga 20 mesin hemodialisis,” tutur Mahendra.

RSUD Lawang juga telah memiliki MOT (Modular Operating Theatre) yang mana dengan sistem tersebut menjadikan sirkulasi tata udara menjadi terintegrasi sedemikian rupa sesuai dengan Permenkes RI dan telah diuji oleh pihak independen (Sucofindo).

MOT lanjut Mahendra, merupakan kamar operasi yang di konsep seperti gedung teater dengan sarana dan prasarana tertata sesuai standar internasional. Sehingga bisa menekan angka kuman agar tidak terjadi infeksi pasca operasi.

Persoalan angka infeksi merupakan faktor yang paling penting didalam kamar operasi. Selain itu, tingkat kenyamanan dari petugas medis juga selalu menjadi perhatian. “Sistem MOT itu mengharuskan ruangan bebas dari bakteri serta memiliki sistem pengaliran udara yang terkontaminasi selama proses operasi. Semua itu kami siapkan untuk menyambut RSUD Lawang bisa naik kelas,” tandas dia.(*)